Senin, 15 Februari 2016

Gedung Percetakan Van Dorp Surabaya

Koridor Jalan Veteran menyimpan memori masa lalu yang sangat kental. Deretan bangunan dengan keanekaragaman arsitektur peninggalan kolonial Belanda memperlihatkan perkembangan arsitektur di Hindia Belanda mulai tahun 1870-an sampai tahun 1940-an. Keanekaragaman gaya arsitektur bangunan tersebut dapat menjadi bukti fisik sejarah perkembangan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya.
Salah satu bangunan lawas yang turut menyumbang pada keanekaragaman arsitektur di koridor tersebut adalah Gedung Percetakan Van Dorp. Gedung ini terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gedung ini berada di sebelah selatan gedung Asuransi ACA, atau utara gedung Telegraf.
Bangunan lawas berlantai tiga dan bercat putih ini sekarang terlihat kosong, seolah tak berpenghuni. Dinding tembok bagian bawah terlihat kusam dan kotor. Alih-alih grafiti tapi coretan dari cat belaka. Pemandangan kurang sedap ini seakan-akan turut andil dalam menyembunyikan kisah dari gedung itu sendiri.


Padahal, gedung ini dulunya cukup terkenal di kawasan tersebut. Gedung ini adalah Toko Buku dan Percetakan Van Dorp (Boekhandel en Drukkerij v/h G.C.T. van Dorp te Soerabaja). Banyak orang Belanda maupun orang Eropa lainnya kalau mencari buku, peralatan alat tulis kantor, alat musik maupun keperluan untuk surat menyurat ada di toko ini. Bila diukur zaman sekarang barangkali sejajar dengan Toko Buku Gramedia.
Bangunan gedung ini dibangun pada tahun 1923 dengan arsitektur belanggam Art Deco, hasil rancangan arsitek Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker. Gedung ini memiliki banyak kolom yang berfungsi untuk sirkulasi udara dan sekaligus pencahayaan yang datangnya dari sinar mentari. Di atas pintu utama yang disela dengan kolom, terdapat ornamen kala yang pada umumnya banyak dijumpai di bangunan candi.
Bangunan bekas gedung percetakan milik Van Dorp ini tidak banyak mengalami perubahan sejak didirikan. Bagian fasad masih tampak utuh dan megah, hanya sedikit terlihat kusam lantaran sudah lama tidak dilakukan pengecatan ulang.
Di kala masih aktif, Toko Buku Van Dorp banyak menerbitkan buku di antaranya Indische Tuinbloemen dan Winkler Prins. Indische Tuinbloemen adalah buku yang disusun oleh M.L.A. Bruggeman, seorang botanikus pengelola Kebun Raya Bogor dengan ilustrator Ojong Soerjadi. Buku ini memuat 107 kolom kosong dengan keterangan nama bunga di bawahnya. Sedangkan, Winkler Prins adalah sebuah ensiklopedia yang terdiri dari 16 jilid.
Toko buku ini juga secara rutin menerbitkan Van Dorp’s Geillustreerde Catalogus van Boekwerken, sebuah katalog buku-buku terbitan Van Dorp yang diberikan kepada pelanggan. Selain itu, juga menerbitkan almanak dan kartu pos. Terbitan yang terakhir ini yang sering dijumpai oleh masyarakat Surabaya pada waktu itu sehingga lama kelamaan gedung tersebut dikenal sebagai gedung percetakan Van Dorp.
Toko Buku Van Dorp sangat terkenal di Surabaya pada masa Hindia Belanda. Toko yang berpusat di Batavia ini memiliki jaringan di Bandung, Semarang, dan Surabaya, dengan distribusi ke seluruh wilayah Hindia Belanda. Oleh karena itu, sangatlah disayangkan bila bangunan gedung tersebut terlantar. *** [080216]


0 komentar:

Posting Komentar