Senin, 15 Februari 2016

Kantor Direksi PTPN X Surabaya

Jalan Jembatan Merah tidak terlalu panjang. Mungkin tak sampai 1 kilometer. Akan tetapi, jalan yang dulunya bernama Willemskadestraat cukup melegenda di Surabaya. Hal ini disebabkan oleh perjalanan sejarah yang ada di sekitar jalan tersebut. Sebelum ada Pelabuhan Perak, dulu aktivitas bongkar muat perdagangan berada di sekitar Jembatan Merah ini. Sehingga, bisa dibayangkan betapa ramainya kawasan tersebut kala itu.
Selain itu, deretan bangunan lawas yang seolah memagari kawasan Jembatan Merah itu juga turut menunjang sebagai kawasan kota lama Surabaya. Keanekaragaman arsitektur yang berada di Jalan Jembatan Merah tak jauh berbeda dengan yang berada di sebelahnya, yaitu Jalan Veteran. Karena secara historis, Jalan Jembatan Merah dulu merupakan bagian dari Societeitstraat (sekarang Jalan Veteran).
Salah satu bangunan lawas yang turut membentuk kawasan Jembatan Merah, dan masih bisa disaksikan sampai sekarang adalah gedung yang digunakan sebagai Kantor Direksi PT. Perkebunan Nusantara X (Persero), atau yang biasa disingkat menjadi Kantor Direksi PTPN X. Kantor ini terletak di Jalan Jembatan Merah No. 3 – 9 Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi kantor ini berada di selatan Prima Master Bank, atau di sebelah utara Maybank.


PTPN X merupakan perusahaan agribisnis berbasis perkebunan, di antaranya tebu dan tembakau serta jasa cutting bobbin dan rumah sakit. Didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 15 tanggal 14 Februari 1996 tentang pengalihan bentuk Badan Usaha Milik Negara dari PT Perkebunan (eks PTP 19, eks PTP 21-22 dan eks PTP 27) yang dilebur menjadi PT Perkebunan Nusantara X (Persero) dan tertuang dalam Akta Notaris Harun Kamil, S.H. No. 43 tanggal 11 Maret 1996 yang mengalami perubahan kembali sesuai Akta Notaris Sri Eliana Tjahjoharto, S.H. No. 1 tanggal 2 Desember 2011.
Pada 2 Oktober 2014, Menteri BUMN Dahlan Iskan meresmikan Holding BUMN Perkebunan yang beranggotakan PTPN I, II, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, XII, XIII, XIV dengan PTPN III sebagai induk Holding BUMN Perkebunan. Dasar hukum perubahan PTPN X (Persero) menjadi PTPN X adalah Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan PT Perkebunan Nusantara X Nomor: PTPN X/RUPS/01/X/2014 dan Nomor: SK-57/D1.MBU/10/2014 tentang Perubahan Anggaran Dasar.
Gedung Kantor Direksi PTPN X ini awalnya merupakan gedung Koloniale Bank, yang dibangun pada tahun 1927 dengan menggunakan hasil rancangan dari arsitek Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker. Gedung ini dirancang Schoemaker, selang empat tahun setelah menyelesaikan gedung percetakan Van Dorp yang berada setengah kilometer arah selatan dari gedung Koloniale Bank.
Koloniale Bank didirikan pada tanggal 22 Maret 1881 di Belanda. Salah satu pendirinya adalah F.S. Nierop, direktur Bank Amsterdam. Kantor pusatnya berada di Jalan Herengracht 543 Amsterdam, dan di Hindia Belanda, Koloniale Bank mempunyai kantor cabang di Batavia dan Surabaya.
Sebagai bank, Koloniale Bank memfokuskan pada pemberian modal kerja untuk usaha di bidang perkebunan dan industri terutama di Hindia Belanda. Hal ini agar perusahaan yang bergelut dalam perkebunan dan industri ini dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Sehingga, hasil produksi usaha tersebut meningkat dan arus barang juga bisa lancar.
Hal ini selaras dengan sejarah bank tersebut, yang sebenarnya modal awalnya berasal dari holding sejumlah perusahaan besar yang bergerak dalam perkebunan (terutama gula dan kopi) di Hindia Belanda. Jadi, logis bila gedung bekas Koloniale Bank ini sekarang menjadi gedung Kantor Direksi PTPN X.
Gedung berlantai dua dan bercat putih ini memiliki gaya arsitektur Art Deco. Bangunannya besar dan tinggi serta simetris. Kolom-kolomnya turut membentuk karakter bangunannya. Pada lantai dua terdapat selasar, dan di atas pintu utama terdapat balkon yang menghadap ke Kali Mas. *** [080216]

0 komentar:

Posting Komentar