Kamis, 03 Maret 2016

Aroma Nusantara Coffee Shop

Satu lagi bangunan lawas yang dulunya kusam, lusuh, dan kurang terawat, kini menjadi tampak baru lagi. Bangunan lawas tersebut telah mendapat pemugaran dari proyek yang dijalankan oleh Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC). JOTRC, yang dalam bahasa Indonesia acap disebut dengan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta ini, merupakan sebuah konsorsium swasta yang didirikan pada tahun 2013 oleh beberapa orang yang merasa prihatin terhadap upaya pengembangan kawasan kota tua Jakarta yang terlihat stagnan.
Sebuah bangunan lawas yang telah selesai mengalami pemugaran adalah gedung yang difungsikan menjadi kedai kopi (coffee shop). Namanya Aroma Nusantara Coffee Shop.  Coffee shop ini terletak di Jalan Kunir, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Lokasi coffee shop ini berada di sebelah barat gedung PT Jakarta Lloyd, atau sebelah utara gedung Dharma Niaga. Bangunannya tepat berada di pojok, pertemuan antara Jalan Kunir dan Jalan Pintu Besar Utara.
Awalnya, bangunan Kedai Kopi Aroma Nusantara ini merupakan gedung Rotterdam Lloyd yang dibangun pada tahun 1938. Dalam buku Kopra Makassar Perebutan Pusat dan Daerah: Kajian Sejarah Ekonomi Politik Regional di Indonesia (Asba, 2007: 1), dijelaskan bahwa Rotterdam Lloyd, atau yang dalam bahasa Belanda disebut dengan Rotterdamsche Lloyd, adalah sebuah perusahaan dagang perkapalan Belanda dengan jaringan hubungan komunikasi armada laut yang mencakup pelayaran global internasional.


Rotterdamsche Lloyd muncul pada pertengahan kedua abad ke-19 dan melayani jalur pelayaran dari pelabuhan-pelabuhan Belanda di Rotterdam dan Antwerpen menuju kawasan timur, khususnya koloni Hindia Belanda. Jalur yang ditempuh melalui Gibraltar, Afrika Timur, Timur Tengah, India, dan akhirnya menuju Hindia Belanda. Bersama dengan beberapa perusahaan internasional lainnya, Rotterdamsche Lloyd melayani pengangkutan barang dan penumpang pergi-pulang ke dan dari koloni menuju negara induk (Belanda).
Semenjak didirikan, bangunan peninggalan kolonial Belanda ini telah mengalami beberapa alih fungsi maupun kepemilikan. Sebelum disewakan kepada Heri Setiadi, pemilik Aroma Nusantara Coffee Shop, gedung ini pernah dipakai oleh PT Aneka Niaga. Hal ini terlihat dari sisa tulisan yang masih kelihatan di dinding lantai dua yang menghadap ke Jalan Kunir.
Kemudian setelah ditinggalkan oleh PT. Aneka Niaga, gedung ini pernah digunakan untuk berjualan celana maupun pakaian berbahan jeans. Setelah adanya a project by JOTRC, gedung ini menjadi bagus lagi dan kemudian difungsikan menjadi kedai kopi yang mengusung Indonesian Speciality Coffee. Di kedai kopi, pengunjung bisa menjelajah keragaman cita rasa kopi yang ada di Indonesia, seperti kopi dari Sumatera (Aceh Gayo, Mandailing, Lampung), kopi dari Jawa (Malabar, Situbondo), kopi dari Bali (Kintamani), kopi dari Sulawesi (Toraja), kopi dari Lombok (Sembalu), dan kopi dari Papua (Wamena).
Pemilik Aroma Nusantara Coffee Shop ini dikenal sebagai founder dan coffee master, sehingga dalam memanjakan pengunjung akan memberikan kesempatan untuk choose the coffee dan choose the brewing method. Para baristanya akan siap melayani pengunjung kedai kopi tersebut.
Secangkir kopi di Kedai Kopi Aroma Nusantara, terasa benar-benar menjelajah kekayaan hayati bumi Nusantara dengan pesona Eropa berupa deretan bangunan lawas ala Eropa nan bersejarah. Benar-benar Oude Batavia. *** [250216]

0 komentar:

Posting Komentar