Rabu, 27 Juli 2016

Gedung Simon Stock Batu

Sepulang dari mengunjungi Candi Songgoriti, tanpa sengaja saya melintas di depan bangunan bercorak lawas di pinggir jalan utama yang ada di Kota Batu. Bangunan dengan pintu utama yang berbentuk lengkungan, mengundang saya untuk menghampirinya.
Gedung tersebut merupakan gedung yang digunakan untuk tempat latihan karate Kyokushinkai dan Aikido. Diketahui dari atas lengkungan gevel, tempat latihan olahraga bela diri tersebut dinamakan Dojo A. Yos bagi karate Kyokushinkai, dan Aikido Jimen Dojo. Gedung ini terletak di Jalan Panglima Sudirman No. 59, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gedung ini berada di samping SDK Sang Timur.
Dari tempat lokasi, diketahui bahwa gedung yang dimanfaatkan untuk Dojo atau tempat latihan olahraga karate tersebut itu sebenarnya adalah Gedung Simon Stock. Kedua institusi karate tersebut memang menyewa gedung tersebut untuk digunakan sebagai Dojo.


Dulu, Gedung Simon Stock ini adalah sebuah gereja Katolik yang bernama Gereja Santo Simon Stock, yang didirikan pada tahun 1939 dengan kapasitas hanya untuk sekitar 250 jemaat saja. Dengan adanya perkembangan dan pertambahan jemaat tersebut, menjadikan daya tampung gereja sudah tidak memadai lagi. Terlebih pada hari-hari besar yang dilakukan oleh umat Katolik, seperti Natal dan Paskah, jemaat nyaris tidak tertampung lagi. Selain itu, lokasinya yang berada di jalan besar, menyebabkan gereja itu terasa bising dan ramai ketika jemaat sedang mengikuti misa sehingga kekhusyukan jemaat menjadi terganggu.
Atas pertimbangan tersebut, maka pada tahun 1983 mulai dipikirkan oleh Romo P.J. Vollering O’Carm, selaku Pastor Paroki Batu pada waktu itu, yang dibantu oleh sejumlah jemaat mulai mewacanakan untuk membangun sebuah gereja baru yang lebih besar, luas serta memadai sebagai tempat beribadah. Akhirnya, dibangunlah gereja baru tersebut di tanah Keuskupan seluas 5.000 m² yang berada di Jalan Ridwan (depan Susteran Karmelites), Desa Ngaglik, Kecamatan Batu.
Bangunan gereja baru yang memiliki luas 1.000 m² ini dikerjakan selama dua tahun, dan diresmikan pada tahun 1987 dengan nama Gereja Katolik Gembala Baik Batu.
Setelah gereja Katolik baru diresmikan dan diadakan pemberkatan, maka secara resmi jemaat yang semula mengadakan kebaktian di Gereja Katolik Santo Simon Stock beralih ke Gereja Katolik Gembala Baik. Sehingga, bekas bangunan gereja tertua di Kota Batu tersebut akhirnya difungsikan menjadi gedung serba guna, dan disewakan kepada masyarakat umum, seperti beberapa acara resepsi pernikahan, rapat, dan sebagainya.
Pada saat mengunjungi, gedung ini digunakan sebagai Aikido Jimen Dojo. Dojo adalah tempat untuk latihan olahraga karate. Jimen dalam bahasa Indonesia berarti bumi atau tanah tempat kita berpijak, dan Aikido adalah seni beladiri yang mempunyai akar pertumbuhan dan budaya dari Jepang. *** [290516]

1 komentar: