Selasa, 23 Mei 2017

Gedung Manulife Financial Yogyakarta

Setelah sempat singgah sebentar di The Phoenix Hotel, saya melanjutkan perjalanan ke Stasiun Yogyakarta untuk kembali ke Solo. Sebelum sampai stasiun, saya sempat melihat sebuah bangunan lawas yang masih berdiri kokoh namun dinding penuh dengan mural. Bangunan lawas tersebut adalah Gedung Manulife Financial. Gedung ini terletak di Jalan Margo Utomo No. 20 Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi gedung ini berada di sebelah utara Hotel Grand Zuri atau selatan PT Pertamina Sales Area Yogyakarta Pemasaran BBM Retail Region IV.
Gedung Manulife Financial ini dulunya merupakan tempat menjual aneka peralatan musik dari sebuah firma yang bernama W. Naessens & Co. (De showroom van Naessens & Co. te Djocja) atau masyarakat Jogja pada waktu itu mengenalnya sebagai Toko Musik W. Naessens & Co. Firma ini didirikan oleh J.W.Th. Naessens di Hindia Belanda pada tahun 1891. Dia lahir pada tahun 1862 di Zaltbommel, dan kemudian memulai karirnya sebagai seorang pianis. Pada waktu melakukan tur konser di Hindia Belanda, ia tertarik untuk tinggal di sana dan memutuskan untuk menetap di Surabaya. Talenta bisnisnya menuntun dia untuk usaha penjualan piano dan alat musik lainnya, baik impor maupun dengan cara memproduksi piano sendiri di Hindia Belanda dengan menggunakan kayu jati pilihan.


Pada tahun 1897 firma W. Naessens & Co. membuka cabang di Batavia, kemudian pada tahun 1911 menyusul pembukaan cabang di Semarang dan Medan. Pada tahun 1913 dibuka cabang lagi di Yogyakarta. Jadi, bangunan gedung ini sudah berdiri sejak tahun 1913 bersamaan dengan pembukaan cabang di Yogyakarta tersebut (Firma W. Naessens & Co. filial Djocja).
Kemudian gedung ini mengalami pergantian kepemilikannya, dan dalam perjalanannya dikenal dengan sebutan gedung Manulife Financial, karena gedung ini pernah menjadi Kantor PT Asuransi Jiwa Manulife Financial yang mana pemegang saham terbesarnya adalah Manulife Financial Corporation, sebuah perusahaan penyedia layanan keuangan terdepan yang bermarkas di Kanada.
Setelah Kantor PT Asuransi Jiwa Manulife Financial pindah ke Jalan HOS Cokroaminoto, gedung ini kemudian miliki ole PT XL Axiata Tbk. Pindah kepemilikan tersebut membawa konsekuensi terjadi pergantian nama gedung tersebut, dan menjadi Gedung Graha XL. Penamaan Gedung Graha XL ini pun akhirnya harus berakhir pada waktu terjadi eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta pada 10 Maret 2015.
Pada waktu penetapan gedung ini sebagai bangunan cagar budaya, kepemilikan atas gedung ini masih ada di PT XL Axiata Tbk sehingga penetapannya masih atas nama Gedung Graha XL. Akan tetapi dengan adanya kisruh kepemilikan lahan tersebut, untuk memudahkan pengelolaan oleh BPCB Yogyakarta, gedung ini dinamai Gedung Manulife Financial atau atas nama pengguna gedung sebelum PT XL Axiata Tbk.
Gedung ini ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.25/PW.007/MKP/2007 dengan nomor registrasi nasional RNCB.20070326.02.000155. *** [010417]

Kepustakaan:
http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/siteregnas/public/objek/detailcb/PO2016041200108/Gedung-Manulife-Financial
http://www.pianola.nl/Pianola_Museum/W._Naessens_%26_Co..html

0 komentar:

Posting Komentar