Monday, July 23, 2012

Batu Giok

Batu giok dalam bahasa Inggris disebut jade dari kata Spanyol lama piedraa de la hyada yang secara harfiah berarti batu pinggang. Sebutan ini berhubungan erat dengan kepercayaan bahwa batu tersebut bekhasiat menyembuhkan penyakit buah pinggang.
Batu giok adalah meineral keras, ulet, sekaligus berkesan sejuk dan teduh yang umumnya berwarna hijau tetapi terkadang juga berwarna lain. Giok sudah berabad-abad digunakan sebagai perhiasan termasuk mata cincin, manik-manik dab bahan patung kecil.
Dalam peradaban Cina kuno, kedudukan giok sangat tinggi, menyamai atau bahkan lebih tinggi daripada emas dan batu-batu berharga lainnya. Karena itu banyak batu alam lainnya seperti chrysoprase, jasper, serpentin dan soap stone yang dipalsukan sebagai giok. Giok juga dijadikan benda ritual yang sering diikutkan dalam upacara keagamaan.
Menurut kepercayaan Cina, kekerasan dan kecemerlangannya merupakan lambang kekuatan dan perlindungan. Pemahat-pemahat Cina mengubah giok menjadi perhiasan yang digunakan sebagai batu penjaga keselamatan si pemakai. Banyak batu giok berukiran indah dari masa sekitar 1.400 SM yang ditemukan dari penggalian reruntuhan puing-puing An-yang, ibukota dinasti Cina pertama. Teknik pengukiran giok berkembang pesat selama zaman Dinasti Ming (1368-1644).
Menurut ahli mineralogy secara umum giok terdiri atas dua mineral yang berbeda, yaitu jadeit dan nephrite. Keduanya memiliki tingkat kekerasan yang berbeda. Jadeit mencapai 7 mohs, sedangkan nephrite hanya 6,5 mohs (sebagai perbandingan intan 10 mohs dan kapur 1 mohs). Jadeit atau giok Cina adalah mineral giok yang jarang dijumpai dan merupakan giok berkualitas terbaik. Nephrite adalah giok yang tersusun atas unsur kalsium, magnesium dan besi silikat. Nephrite merupakan mineral pertama yang digunakan bangsa Cina sebagai bahan ukiran. Mineral ini terdapat berbagai warna dari hijau gelap, putih, kuning, abu-abu, merah serta hitam. Yang paling berharga adalah nephrite hijau gelap yang banyak ditemukan di Selandia Baru dan dipakai Suku Maori, yaitu giok hijau bayam atau green stone. Nephrite banyak ditemukan di Provinsi Shensi, Yunan, Pegunungan Kun-lun RRC, Mesir, Selandia baru, tepi Sungai Amazone, Tibet dan Turkestan Timur.
Cara menilai kualitas batu giok adalah serat halus, permukaan batu seperti berminyak dan warnanya hijau tua meskipun sedikit; batu giok putih (giok muda), dipakai bertahun-tahun hanya timbul warna abu-abu di bagian tepi; batu giok (jade) alam mempunyai tingkat kekerasan 7 namun tidak sekeras shapir 9, intan 10 dan jamrud 6.
Batu giok alam terbagi beberapa kualitas, yaitu:
a.       Lapisan paling luar, mengandung banyak kapur, serat kasar tidak berminyak tergolong  kelas 4.
b.      Lapisan lebih dalam lagi, mengandung sedikit kapur, serat agak kasar, tidak berminyak tergolong kelas 3.
c.       Lapisan lebih dalam lagi, tidak mengandung kapur, serat agak halus dan berminyak tergolong kelas 2.
d.      Lapisan paling tengah, tidak mengandung kapur, serat halus dan berminyak.

Warna batu giok alam tergantung kandungan kimia di dalamnya, umumnya kombinasi antara putih dengan hijau tua, hijau, hijau anggur. Dalam satu batu terdapat beberapa hijau kombinasi dengan putih, nampak seperti awan dan pantulan sinarnya menyegarkan pandangan.
Cara merawat batu giok:
·         Untuk melestarikan batu giok supaya cepat menjadi tua dan hidup, harus diciptakan suasana seperti suasana alam. Jadi batu giok tidak boleh digosok berkali-kali sampai panas, batunya bisa mati dan warnanya tidak bisa menjadi tua.
·         Dipakai pada siang hari.
·         Biarkan giok yang dipakai terkena air (basah).
·         Setelah giok dipakai sekian lama, di permukaan giok bisa timbul selapis kotoran, sehingga giok tidak berkilau lagi. Boleh dibersihkan dengan Kit pasta dan kain lembut, setelah bersih cuci dengan sabun, giok akan berkilau lagi.

Sumber: Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta







0 comments:

Post a Comment