Sabtu, 01 Juni 2013

Museum Batak Tomok

Museum Batak Tomok terletak di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, atau tepatnya berada di ujung perlintasan Pasar Cinderamata Tomok ke arah dalam Kuburan Tua Raja Sidabutar. Untuk mengunjungi museum, pengunjung harus menyeberangi Danau Toba. Biasanya berangkat dari dermaga Ajibata menuju ke dermaga penghubung Tomok di Pulau Samosir.
Museum ini berarsitektur Ruma Bolon, sebuah rumah tradisional tempat tinggal khas Batak. Bangunan museum ini memiliki ornamen yang khas. Pada dinding bangunan didominasi ukiran-ukiran berwarna merah, hitam, dan putih. Ketiga warna ini merupakan warna simbol spiritual orang Batak. Selain itu, pada dinding bangunan terdapat ukiran cicak dan empat buah payudara. Menurut kepercayaan masyarakat Batak, cicak bermakna sebagai perlindungan serta pesan kepada masyarakat Batak bahwasannya masyarakat Batak harus bisa berbaur dengan lingkungan di mana mereka bermukim. Sedangkan empat payudara diyakini oleh masyarakat Batak sebagai simbol seorang ibu atau tanah kelahirannya. Sehingga, makna filosofis sesungguhnya dari ukiran cicak dan empat buah payudara itu adalah kelak bila orang Batak bepergian merantau kemana saja, hendaknya selalu ingat kepada kampung halamannya.


Museum yang didirikan pada tahun 2005 ini, memiliki beberapa koleksi benda peninggalan sejarah Batak yang mengandung nilai historis tinggi. Beberapa diantara benda-benda tersebut adalah peralatan perang seperti pedang maupun senapan laras panjang. Kemudian terdapat juga beberapa benda-benda pertanian tradisional yang digunakan pada masa dahulu sebagai mata pencaharian masyarakat Batak, serta beberapa perlengkapan dapur.
Selain itu juga terdapat juga beberapa koleksi budaya etnis Batak seperti beberapa patung berbahan kayu, serta beberapa kain tenun ulos yang memiliki bermacam-macam motif. Semua koleksi tersebut merupakan koleksi yang cukup unik untuk dilihat, apalagi koleksi-koleksi tersebut berasal dari sejarah-sejarah etnis Batak di masa lampau. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah koleksi buku aksara Batak (buku lak-lak).
Selain, ragam koleksinya yang memikat pengunjung, museum ini tidak dipungut biaya. Hanya sayangnya, pengunjung akan kesulitan menemui siapa penjaga museum ini sehingga kesulitan untuk menanyakan sejarah koleksi yang dimiliki oleh museum ini. *** (031111)

1 komentar:

  1. Museum Batak di Tomok, https://www.youtube.com/watch?v=X3-GKnWF10M

    BalasHapus