Selasa, 06 Agustus 2013

Tenun Ikat Lombok

Pulau Lombok yang terkenal dengan gugusan pantainya yang permai serta Gunung Rinjani yang menakjubkan, menyimpan kekayaan budaya yang lebih besar. Pulau ini merupakan tempat terjadinya asimilasi budaya Jawa kuno, Hindu Bali, Islam, serta kepercayaan animism yang berusia lebih tua. Percampuran kebudayaan ini terejawantah pada kesenian dan berbagai bentuk kebudayaan yang ada di pulau ini, termasuk tradisi tenun.
Lombok Barat menyimpan pengaruh kuat dari Kerajaan Karangasem Bali pada abad ke-18. Banyak orang Bali pindah ke Lombok membawa kebudayaan dan agama mereka. Hindu Bali banyak dianut di Lombok. Orang Sasak, yang merupakan suku asli pulau tersebut dan sebagian besar tinggal di daerah timur, kebanyakan adalah Muslim. Umat Buddha, yang jumlahnya relatif lebih sedikit, tinggal di desa-desa di Gunung Rinjani.
Penenun Lombok memproduksi berbagai jenis tekstil, termasuk tenun ikat. Mereka menggunakannya untuk keseharian maupun ritual tertentu. Tenun ikat dibuat dengan pedal tenun (gedongan). Beberapa jenis tenun ikat dipercaya memiliki kekuatan magis. Kain umbak, misalnya, kain tenun yang kasar, digunakan dalam berbagai ritual dan dipercaya dapat menolak bala atau penyakit. Kain usap, kain tenun ikat dengan motif geometris dan bunga di antara motif garis, berfungsi untuk menginformasikan ketua adat bahwa ada anggota keluarga yang meninggal.
Tenun ikat lain yang berfungsi dalam seremoni adalah kain umbak geringsingan, yang diberikan keluarga pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan setelah negosiasi disepakati. Kain ragi ketimbang komak merupakan pakaian bermotif garis-garis yang digunakan dalam upacara pernikahan.
Kebanyakan motif Lombok adalah geometri, bunga-bungaan, mawar, dan zig-zag. Karena kedekatannya, pengaruh Bali juga terdapat dalam motif Lombok. Karenanya, ada juga motif wayang di bawah sebuah pohon yang melambangkan harmoni. Figur wayang ini juga kerap dipadukan dengan sosok manusia, merak, atau lumbung padi yang kemudian menurunkan banyak makna.
Tenun merupakan potensi lain Lombok yang akan amat mendukung sektor pariwisatanya. Seiring dengan wisata Lombok yang kian berkembang, semoga kain tenun juga dapat mengangkat nama Lombok sebagai pulau dengan kekayaan luar biasa. [*/NOV]

Sumber:
KOMPAS Edisi Jumat, 3 Agustus 2013 hal. 43

0 komentar:

Posting Komentar