Rabu, 09 Oktober 2013

Klenteng Kwan Sing Bio

Banyak orang menganggap bahwa klenteng Kwan Sing Bio atau Guansheng Miao merupakan klenteng yang tertua di Indonesia. Meskipun mitos ini belum pernah terbukti, tapi banyak orang Tionghoa percaya, sehingga klenteng ini sekarang menjadi klenteng paling penting di Pulau Jawa.
Klenteng Kwan Sing Bio terletak di Jalan Martadinata No. 1 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini tepat berada di pinggir jalan raya pantura yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan menghadap ke Laut Jawa. Cukup mudah menuju ke klenteng ini karena banyak angkutan umum yang melintasinya.


Klenteng Kwan Sing Bio merupakan tempat ibadah bagi penganut agama Buddha, Tao dan Konghucu, atau yang biasa dikenal dengan Tri Dharma. Tempat ibadah ini dipersembahkan kepada Dewa Kwan Kong. Selaras dengan hal itu, Kwan Sing Bio memiliki makna klenteng untuk memuja dan menghormati Dewa Kwan Kong. Ulang tahun dari dewa ini dirayakan pada tanggal 24 bulan keenam pada sistem penanggalan Tionghoa. Sehingga pada setiap tahun pada tanggal ini banyak peziarah dari seluruh Jawa datang ke Tuban untuk merayakan hari ulang tahun ini.
Sebelum memasuki klenteng, terdapat sebuah gerbang yang sangat unik di mana di bagian atas gerbang tersebut terdapat hiasan seekor kepiting yang berukuran sangat besar. Mungkin hanya klenteng ini yang memiliki hiasan seperti itu di Indonesia. Konon, kepiting yang menjadi ikon klenteng Kwan Sing Bio dibangun pada tahun 1973, berkaitan dengan sejarah awal dibangunnya klenteng ini. Karena dulunya lokasi tempat dibangunnya klenteng ini merupakan areal tambak yang dihuni banyak kepiting, dan setiap malam selalu keluar. Akhirnya, untuk mengenang tempat awal didirikannya klenteng tersebut, digunakanlah hewan kepiting tersebut sebagai hiasan di klenteng Kwan Sing Bio. Klenteng ini diperkirakan didirikan pada tahun 1773, tapi inskripsi tertua yang terdapat di klenteng ini berangka tahun 1871.


Bangunan utama klenteng Kwan Sing Bio terbagi menjadi 3 ruangan. Ruang pertama yang menempati bagian depan dipergunakan untuk membakar hio. Di situ, terdapat banyak lilin dari berbagai ukuran.
Ruang kedua yang berada di bagian tengah diperuntukkan untuk melakukan sembahyang, serta menaruh buah-buahan persembahan. Sedangkan, ruang ketiga yang ada di bagian belakang terdapat arca atau patung Dewa Kwan Kong, dan arca-arca lain yang dikeramatkan. Di depan patung Dewa Kwan Kong ini biasanya umat atau pengunjung klenteng melakukan ritual jiam sie untuk berbagai keperluan seperti kelancaran usaha, menerawang peruntungan nasib dan jodoh serta lainnya. Pengunjung tidak diperbolehkan memotret di daerah ini.
Di halaman belakang klenteng Kwan Sing Bio terdapat bangunan megah laksana Kaisar dari Tiongkok. Istana itu dilengkapi dengan gerbang, kolam, jembatan kelok Sembilan, gazebo, dan lainnya. Bila Anda di sini, seolah-olah sedang berada di Negeri China.
Kompleks klenteng ini memiliki luas areal sekitar 4 – 5 hektar dengan berbagai bangunan dan fungsi yang menjadikan klenteng ini dikenal sebagai klenteng terbesar, dan indah arsitekturnya di Indonesia. Didominasi warna merah, kuning dan hijau yang terang pada bangunannya dengan banyak hiasan naga, lampion, dan lilin berbagai ukuran menambah keindahan klenteng tersebut.
Pada hari ulang tahun klenteng tersebut yang terjadi pada setiap tahun, diadakan upacara-upacara yang dihadiri oleh banyak penganutnya dari seluruh tanah air. Di antaranya dengan melepaskan kura-kura sebagai lambang rezeki dan panjang umur di laut lepas.  *** [210913]

0 komentar:

Posting Komentar