Minggu, 25 Mei 2014

Kantor Pos Bogor

Kawasan Jalan Ir. H. Juanda di Bogor merupakan kawasan yang menyimpan memori historis pada masa Hindia Belanda. Jalan ini dulu dikenal dengan Groote Post Weg atau Jalan Raya Pos, yang dibangun abad ke-18 atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Daendels kala itu membangun jalan yang membentang dari Anyer hingga Panarukan sejauh 1.000 kilometer.
Di bentangan jalan ini banyak berdiri bangunan peninggalan Belanda yang hingga kini masih bisa disaksikan. Salah satu bangunan peninggalan kolonial tersebut adalah Kantor Pos.
Kantor Pos ini terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 5 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi ini berada di lingkungan kawasan Istana Bogor maupun Kebun Raya Bogor namun terpisah oleh pembatas pagar.


Menurut sejarahnya, gedung Kantor Pos ini dulunya merupakan bangunan gereja pertama di Buitenzorg (kini dikenal sebagai Bogor) yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 13 April 1845. Gereja ini semula dimaksudkan sebagai tempat beribadat umat Protestan dan umat Katholik secara simultan atau bergiliran.
Setelah umat Katholik mendirikan Gereja Katedral, dan umat Protestan membangun Gereja Zebaoth, bangunan gereja tersebut oleh Pemerintah Belanda kemudian dijadikan kantor pos karena letaknya di pinggir Jalan Pos (Post Weg).
Bangunan ini berdenah persegi panjang dengan luas bangunan 1.161 m² di atas lahan seluas 2.087 m², dan status kepemilikannya di tangan PT. Pos Indonesia. Karena awalnya merupakan bangunan gereja, bangunan ini memiliki atap cukup tinggi dan terdapat jendela kaca berbentuk persegi empat. Hanya saja, interiornya yang dulu untuk memenuhi kebutuhan peribadatan gereja, sekarang dirombak menjadi beberapa ruangn tidak permanen sesuai keperluan kantor pos. *** [120514]

0 komentar:

Posting Komentar