Selasa, 03 Juni 2014

Gedung Pulasara

Melintas Jalan Roda di Bogor, memberikan nuansa tersendiri. Bangunan-bangunan yang ada di Jalan Roda memiliki arsitektur bangunan bergaya Tiongkok. Keberadaannya mengukuhkan akan adanya pemukiman yang khusus dibuat untuk masyarakat Tionghoa di zaman itu. Dulu Jalan Roda ini merupakan jalan sekunder dari Handelstraat (kini menjadi Jalan Surya Kencana). Salah satu bangunan khas yang masih ada di Jalan Roda adalah gedung milik Yayasan Kematian Pulasara.
Gedung ini terletak di Jalan Roda No. 65 dan No. 84 RT.05 RW. 02 Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Yayasan kematian ini memiliki dua bangunan yang letaknya saling berseberangan.
Gedung Pulasara ini, awalnya bernama gedung Fond Miskin yaitu gedung yang dipergunakan untuk mengurus dan merawat serta melayani orang yang meninggal. Bangunan ini didirikan pada tahun 1930, dan merupakan peninggalan perkumpulan orang-orang Tionghoa pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda.


Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), bangunan gedung ini dijadikan sebagai poliklinik. Namun, akhirnya poliklinik tersebut dipindahkan ke tempat lain sesuai dengan keinginan Pemerintah Daerah Bogor pada waktu itu.
Pada tahun 1968, Fond Miskin berubah nama menjadi Pulasara hingga saat ini. Sehingga, nama gedung ini pun dikenal sebagai Gedung Pulasara.
Bentuk bangunan ini tidak mengalami banyak perubahan, baik penataan ruangnya maupun fisik bangunan lainnya. Hanya saja, pada tahun 1970 dilakukan pembangunan tempat penitipan jenazah yang berada tepat di depan bangunan Pulasara sehingga bangunan tersebut sedikit mengalami renovasi.
Dari sejak dibangun hingga sekarang, bangunan ini masih digunakan sebagai tempat mengurus orang yang meninggal. Kondisi gedung Pulasara masih terjaga dan terawatt dengan baik oleh Yayasan Kematian Pulasara.
Ditinjau dari aspek historis yang dimiliki, gedung Pulasara ini tergolong sebagai bangunan cagar budaya (BCB) di mana bentuk bangunan dan keaslian bangunan ini harus tetap dipertahankan, dijaga dan dilestarikan. *** [240514]

0 komentar:

Posting Komentar