Kamis, 17 Juli 2014

Bentuk Penghargaan kepada Penyebar Islam dari Demak

Di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berdiri masjid tua. Usianya pun sudah mencapai 364 tahun.
Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Kyai Gede itu dibangun 1650-1678 pada masa pemerintahan Sultan Mustainubillah. Sampai saat ini, masjid tersebut masih dijadikan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat fardu dan Jumaat berjamaah.
Selain itu, masjid yang bercorak perpaduan bangunan Jawa dan Banjar tersebut sering dikunjungi warga dari luar daerah ketika berziarah ke Makam Kyai Gede yang tidak jauh dari masjid setempat.
Salah seorang warga setempat, Padli, menerangkan, Masjid Kyai Gede itu dibangun sebagai bentuk penghargaan yang diberikan Sultan Mustainubillah kepada Kyai Gede. Karena pada masa kepemimpinan sultan, Kyai Gede telah banyak berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Kutaringin atau disebut Kotawaringin Lama (Kolam) saat ini.
Kemudian, dia membangun daerah setempat menjadi lebih maju. Banyak juga masyarakat yang memeluk agama Islam. “Penghargaan yang diberikan sultan kepada Kyai Gede pada masa tersebut tidak hanya berupa pembangunan masjid. Tetapi, Kyai Gede juga diberikan jabatan Adipati di Kutaringin. Yakni, dengan pangkat Patih Hamengkubumi bergelar Adipati Gede Ing Kutaringin,” ujar Padli kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group).
Kepala Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kolam Sueb juga mengakui, masjid setempat memiliki nilai sejarah yang besar dalam perjalanan masuknya Islam ke wilayah Kabupaten Kobar. Sebab, asal mula lahirnya Islam itu kemudian berkembang meluas ke daerah lainnya di Kobar yang berawal dari tempat tersebut. Saat itu, Kyai Gede yang merupakan salah seorang ulama besar yang berasal dari Demak telah menyebarkan agama Islam di daerah setempat. (elm/JPNN/c22/diq)

Sumber:
JAWA POS Edisi Selasa, 15 Juli 2014

0 komentar:

Posting Komentar