Jumat, 01 Agustus 2014

Gedung Bekas Markas Brigif 6 Surakarta

Jalan-jalan ke Benteng Vastenburg, Solo, dengan menyisir di jalan sebelah selatan benteng tersebut, tampak bangunan peninggalan kolonial masih berdiri tegak. Bangunan dua lantai tersebut adalah Gedung Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Penggerak Pembudayaan Jiwa Semangat dan Nilai-nilai Kejuangan 45 Kota Surakarta, atau yang biasa disebut Gedung DHC 45 Kota Surakarta. DHC 45 merupakan salah satu perkumpulan yang dibentuk secara resmi dan diakui oleh pemerintah dari para veteran Perang Kemerdekaan Indonesia untuk menghimpun semua para pensiunan atau veteran perang yang ada dan tinggal di wilayah Surakarta.
Gedung tersebut terletak di Jalan Mayor Sunaryo No. 4 Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi tepat berada di sebelah timur Pusat Perbelanjaan Beteng dan Pusat Grosir Solo (PGS) atau di sebelah selatan Benteng Vastenburg.
Sewaktu saya masih kecil, gedung ini dikenal dengan nama Gedung Markas Brigade Infanteri (Brigif) 6/Trisakti Baladaya Kostrad. Gedung ini dibangun dari tahun 1876, dan selesai pada tahun 1880, untuk melengkapi bangunan yang ada di dalam kompleks Benteng Vastenburg, yaitu sebagai internaat Belanda hingga tahun 1942.


Ketika tentara Jepang datang, gedung ini lantas diambil alih dan dijadikan markas tentara Jepang dengan sebutan Senkokan. Namun, setelah tiga tahun berselang, gedung tersebut berhasil direbut oleh pejuang-pejuang Indonesia yang tergabung dalam resimen-resimen. Salah peristiwa tersebut menjadi cikal bakal bagi terbentuknya Brigif 6 dari terbentuknya satuan dengan nama Resimen 26 pada masa perang kemerdekaan.
Kemudian pada tahun 1945-1949, gedung ini digunakan untuk fasilitas pendidikan. Tercatat penyelenggara pendidikan yang pernah menggunakan bangunan ini adalah SPK, SMPN 3 dan SMPN 5. Setelah itu, barulah gedung peninggalan kolonial Belanda tersebut digunakan sebagai markas militer sejak tahun 1949.
Antara tahun 1970 hingga 1980-an, bangunan kuno ini digunakan sebagai tempat pelatihan keprajuritan dan pusat Brigrif 6/Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta.
Kompleks Gedung Bekas Markas Brigif 6 ini terdiri atas tiga bangunan, masing-masing terletak di bagian timur, bagian tengah dan bagian barat. Antara masing-masing bangunan tersebut dihubungkan dengan jembatan di lantai duanya. Gedung di bagian sebelah timur baru saja selesai diperbaiki dari kerobohan total, sedangkan gedung bagian tengah saat ini digunakan sebagai operasional sehari-hari dari DHC 45. Pada bangunan bagian barat biasanya digunakan untuk ruang pertemuan, namun saat ini sedang dalam renovasi juga.
Sebagai bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda, gedung yang berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi ini terdaftar sebagai situs dengan nama Brigif 6 di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (sekarang BPCB) Jawa Tengah Nomor 1396/101.SP.BP3/P-VI/2010, dan juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) melalui Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta Nomor: 646/116/I/1997 dengan nama Cagar Budaya Bekas Kantor Brigif 6 No. 16-28/C/PR/2012. *** [310714]

0 komentar:

Posting Komentar