Sabtu, 20 September 2014

Menara Air Pasar Tanjung Jember

Secara umum, menara air merupakan tandon penyimpanan air yang menjulang tinggi yang cukup untuk member tekanan pada sistem distribusi air. Karena air merupakan barang kebutuhan vital bagi hajat hidup manusia maka pemenuhan akan air bersih dirasa sangat perlu untuk menyediakan air minum kepada masyarakat. Termasuk juga di wilayah Jember. Menara air yang berada di Kota Jember merupakan salah satu buktinya.
Menara air tersebut terletak di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Lokasi menara ini berada di tengah Pasar Tanjung.


Menara air yang dikenal dengan Menara Air Pasar Tanjung ini, awalnya dikenal dengan sebutan Watertoren te Djember. Menara air ini dibangun oleh Provencial Water Leiding Bedrijf, Perusahaan Daerah Air Minum yang didirikan oleh Pemerintah Belanda (Provencial Oost Java) yang berkedudukan di Surabaya, pada tahun 1932. Kemudian pada tahun 1939 oleh Provencial Oost Java, perusahaan tersebut dijual kepada Regentschap te Djember, dan sejak tahun 1940 perusahaan tersebut berganti nama menjadi Regentschap Water Leiding Bedrijf te Djember yang menjadi cikal bakal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jember.
Menara air didirikan di tempat tersebut, karena pada waktu itu pusat perdagangan sekaligus pusat hiburan masyarakat adalah kompleks Pasar Tanjung sampai Jalan Sultan Agung. Dulu di lokasi tersebut sebagian merupakan Pasar Tanjung, dan sebagian lagi adalah terminal lama Jember. Namun, hanya Pasar Tanjung yang masih bisa disaksikan sampai sekarang, sedangkan terminal lamanya sudah menghilang.
Kini, menara air ini bukan sekadar menyediakan air bersih kepada masyarakat melalui sistem perpipaan, melainkan juga menjadi salah satu maskot atau ikon yang ada di Kota Jember. Menara air peninggalan Belanda ini menjadi heritage yang masih meninggalkan jejak berupa bangunan menjulang tinggi yang kokoh dan khas. *** [130814]

0 komentar:

Posting Komentar