Rabu, 15 April 2015

GPIB Magelang Kebon Polo

GPIB Magelang Kebon Polo merupakan gereja Protestan yang tergolong tua yang ada di Kota Magelang. Bangunan dengan arsitektur yang khas ini masih berdiri kokoh dengan menara lonceng di atasnya. Siapa yang melintas di daerah tersebut, akan tertarik melihatnya.
GPIB ini terletak di Jalan Urip Sumoharjo No. 17 Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi gereja ini di sebelah kanannya berbatasan dengan RSUD Tidar Bagian Kebidanan, dan di sebelah kirinya berbatasan dengan Jalan Sumba menuju SMPN 19 Magelang. Gereja ini menghadap ke selatan atau ke arah Jalan Urip Sumohardjo.
Berdasarkan prasasti yang terbuat dari batu marmer dengan menggunakan bahasa Belanda, diketahui bahwa nama resmi gereja ini adalah Deze Maleische Protetantsche Kerk. Artinya, gereja Protestan untuk orang-orang pribumi yang berasal dari Maluku.


Peletakan batu pertama pembangunan gereja ini dilakukan oleh Azing Bakker pada tanggal 12 November 1923 dan selesai pada tahun 1927 dengan bantuan dari warga Protestant dan tentara Hindia Belanda. Bangunan gereja ini merupakan karya arsitek kondang pada masa itu yang bernama Van Melle. Hal ini ditegaskan pada prasasti yang berada di timur pintu gereja, yaitu: Architecten van Melle en Klomp Magelang.


Bangunan gereja seluas 225 m² yang berdiri di atas lahan seluas 980 m² ini memiliki langgam Neo-Gothic yang hampir serupa dengan GPIB Magelang Alun-Alun dengan fasade yang menjulang. Dengan konstruksi pintu dan jendela yang tinggi nampak sebagai ciri arsitektur yang dikembangkan oleh arsitek Belanda yang disesuaikan dengan iklim tropis lembab yang ada di Kota Magelang. Di atas pintu masuk utama gereja yang terbuat dari kayu jati berkualitas ini, terdapat balkon. Balkon ini dibangun pada tahun 1927 yang digunakan untuk tempat musik pengiring kebaktian.
Sesungguhnya, pembangunan gereja ini merupakan perluasan dari GPIB yang berada di sebelah utara Alun-Alun Kota Magelang. Dulu, GPIB Magelang Alun-Alun diperuntukkan bagi orang-orang Eropa, sedangkan GPIB Magelang Kebon Polo digunakan untuk jemaat pribumi yang kebanyakan dari tentara KNIL dan keluarganya yang pada umumnya berasal dari Ambon atau Maluku. Karena itulah, di kemudian hari gereja ini juga dikenal dengan sebutan Gereja Ambon, dan lokasinya pun berada di sebelah utara dari Kompleks Kaderschool (kini dikenal dengan Rindam IV/Diponegoro). *** [201214]

1 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda

    BalasHapus