Jumat, 11 Maret 2016

Gedung Wira Kencana Pratama Jakarta

Pada waktu silam, Kali Besar Barat merupakan kawasan perdagangan yang cukup ramai. Hal ini disebabkan karena Kali Besar Barat menghadap Kali Besar, yang dulunya kawasan ini sempat menjadi sebuah kawasan yang hidup dan menjadi daerah yang berkembang dengan pesat karena pada saat itu Kali Besar merupakan akses keluar masuknya kapal dari mancanegara.
Tidak heran jika bangunan-bangunan yang berada di sekitar kawasan Kali Besar adalah bangunan yang berfungsi sebagai gudang atau kantor perdagangan milik Belanda, di antaranya adalah gedung Wira Kencana Pratama. Gedung ini terletak di Jalan Kali Besar Barat No. 41 Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Lokasi gedung ini berada di sebelah selatan PT Samudera Indonesia, atau berada di sebelah utara gedung Topjaya.


Awalnya gedung ini merupakan kantor pertama Nederlandsch Indische Handelsbank (NIHB), sebuah bank yang didirikan pada 1864. Gedung ini diperkirakan dibangun sekitar abad 19. Setelah NIHB pindah ke Stationplein (kini berada di sebelah utara halte busway Jakarta Kota), gedung ini pernah digunakan sebagai kantor Departemen Urusan Ekonomi bagian Inventarisasi Aset Tanah.
Setelah dinasionalisasi pada tahun 1957, gedung ini beberapa kali mengalami alih fungsi. Di antaranya gedung ini dipakai untuk kantor PT Wahana Andamari, anak perusahaan Group Tamara. Kemudian terakhir kalinya gedung ini digunakan sebagai kantor oleh PT Wira Kencana Pratama, yaitu perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaan dan penyediaan tenaga keamanan dan ketertiban serta pengawalan khusus dalam segala bidang keamanan, dan termotivasi untuk meningkatkan standarisasi dalam industri pelayanan keamanan dan turut serta menciptakan keamanan lingkungan yang lebih baik, dengan mengoptimalkan sumber daya manusia dan teknologi yang terus berkembang serta pendekatan yang inovatif demi terciptanya rasa keamanan yang nyata.
Gedung ini terdiri dari dua lantai. Lantai satu memiliki teras sehingga pintunya agak masuk ke dalam, sedangkan lantai duanya tak ada teras. Dinding lantai dua langsung berada di tepi jalan, sehingga fasade lantai dua terdiri dari delapan jendela berjajar. Masing-masing jendela mempunyai kanopi kecil di atasnya. *** [250216]

0 komentar:

Posting Komentar