Kamis, 31 Maret 2016

Sejarah Penulisan Serat Jawa

Penulisan naskah di Jawa dimulai ketika bangsa India masuk ke Tanah Jawa dan membawa agama dan kitab-kitabnya, meskipun pada saat itu bangsa Jawa telah memiliki bahasa sendiri yakni bahasa Kawi (Jawa Kuno) namun belum memiliki aksara. Pada masa itu karena percampuran bangsa Jawa dan India maka dalam penulisan menggunakan aksara dari India dengan bahasa Jawa.
Bahasa Jawa yang ditulis dengan aksara dari India terebut yang tertua bisa dilihat pada prasasti batu di Dieng yang berangka tahun 731 Çaka atau 809 Masehi, sejak itu penulisan apapun di Jawa menggunakan aksara Sansekerta. Namun seiring perkembangan zaman, aksara tersebut mulai berubah hingga masa pemerintahan Paku Buwana III di Surakarta (Lihat Serat Urut-uruting Aksara Jawi). Saat ini kita mengenal aksara tersebut yakni aksara Ajisaka (Ha, Na, Ca, Ra, Ka).
Penulisan serat-serat Jawa dibagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan periode perkembangan sejarah pada masa kerajaan-kerajaan di Tanah Jawa. Menurut Prof. Dr. Poerbatjaraka, serat-serat tersebut dibagi menjadi 7 bagian, yakni: serat Jawi sepuh (parwa), serat Jawi mawi sekar (tembang), serat Jawi enem, serat basa Jawi tengahan, kidung jawi tengahan, serat Jawi zaman Islam dan serat Jawi zaman Surakarta.

Sumber:
Museum Radyapustaka Documentary Board

0 komentar:

Posting Komentar