Minggu, 27 April 2014

Arsitektur Unik Museum di Indonesia

Apa yang ada di benak Anda tentang museum? Jika bayangan lama tentang stereotype museum yang merupakan bangunan tua sepi pengunjunglah yang terbersit, buang pikiran tersebut. Saat ini, banyak museum berbenah, termasuk dari sisi arsitekturnya.
Fungsi museum sebagai catalog sejarah kian disadari para perancangnya. Oleh sebab itu, kemasannya pun dibuat semenarik mungkin dengan beragam makna tersirat yang menyertainya. Berikut adalah beberapa museum dengan desain tidak biasa di Indonesia.

Museum yang terletak di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, ini merupakan museum yang mengkonservasi temuan fosil-fosil manusia purba dan artefak-artefak yang digunakan oleh manusia purba tersebut.
Museum dengan luas tanah sekitara 16.675 meter persegi ini dibangun secara bertahap semenjak 1983, dan baru selesai pada tahun 2004. Bangunan megah tiga lantai ini dirancang menyerupai piramida di atas perbukitan dengan hamparan pohon jati, yang terdiri atas ruang basemen untuk gudang, lantai I untuk laboratorium, dan lantai II untuk perkantoran maupun ruang pameran.
Pengunjung bisa menyaksikan koleksi sejumlah fosil manusia purba, diorama serta lokasi ditemukannya fosil-fosil tersebut.

Museum yang terletak di Banda Aceh ini dirancang sebagai monumen simbolis untuk mengenang bencana gempa bumi dan tsunami Samudera Hindia pada 2004 sekaligus pusat pendidikan dan perlindungan darurat bila tsunami terjadi lagi.
Museum dengan luas 2.500 meter persegi ini dirancang arsitek Ridwan Kamil. Dinding lengkungnya dilapisi relief geometris. Pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi, untuk menciptakan kembali suasana dan kepanian saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar para penari saman, menghadirkan makna simbolis terhadap kekuatan, kedisiplinan, dan spiritualitas suku Aceh. Atapnya membentuk gelombang laut dan lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.

Museum Puspa Iptek
Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang disebut Puspa Iptek ini terletak di Padalarang, Bandung Barat. Selain karena warna cerahnya yang mencolok, museum ini unik karena berfungsi sebagai jam matahari. Jarum jam matahari pada gedung ini sangat panjang, 30 meter. Jam matahari ini dinyatakan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai jam matahari pertama sekaligus terbesar di Indonesia. Museum edukasi ini juga menjadi magnet bagi anak-anak maupun orang dewasa karena menyimpan berbagai alat peraga yang berhubungan dengan iptek.

Sejak 2007, Wonogiri, sebuah kota di Jawa Tengah, memiliki museum baru, Museum Karst Indonesia. Bentuknya unik, seperti piramida. Museum ini terletak di Kecamatan Pracimantoro, 45 kilometer di selatan Kota Wonogiri.
Museum ini menggambarkan khazanah karst dengan keunikan goa-goa di Pracimantoro. Di kecamatan ini, yang merupakan pusat penelitian karst, terdapat puluhan goa unik. Di dalam museum, tersimpan koleksi benda yang berkaitan dengan karst.

Kepustakaan:
KOMPAS Edisi Kamis, 24 April 2014
http://kekunaan.blogspot.com/2012/03/museum-sangiran.html

0 komentar:

Posting Komentar