Sabtu, 05 April 2014

Gedung BTN Cabang Medan

Kawasan Kesawan pada zaman dahulu merupakan sebuah perkampungan yang menjadi tempat aktivitas perdagangan yang cukup ramai yang kemudian berkembang pesat menjadi pusat aktivitas komersial seiring dengan perkembangan Kota Medan pada awal abad ke-19.
Sebagai pusat komersial yang ramai kala itu, Kesawan memiliki ceritera historis yang dinamis. Hal ini ditandai dengan banyaknya bangunan bersejarah yang ada maupun yang pernah dimiliki Kota Medan. Namun dari sekian banyak tersebut, barangkali hanya tinggal beberapa bangunan saja yang masih tetap berdiri. Di antara gedung-gedung yang masih eksis sampai saat ini adalah gedung Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan.
Gedung ini terletak di Jalan Pemuda No. 10 A Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Lokasi bangunan ini berada di depan Gereja Katedral atau di samping gedung BKS PPS atau yang dikenal dengan nama gedung AVROS.
Dulu, gedung ini merupakan gedung milik Postpaarbank. Pemerintah Hindia Belanda melalui Koninklijk Besluit No. 27 tanggal 16 Oktober 1897 mendirikan Postpaarbank dengan maksud mendidik masyarakat agar gemar menabung, yang kemudian terus hidup dan berkembang serta tercatat hingga tahun 1939 telah memiliki empat cabang, yaitu Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar.
Pada tahun 1940, kegiatannya sempat terganggu sebagai akibat penyerbuan Jerman atas Belanda yang mengakibatkan penarikan tabungan secara besar-besaran dalam waktu yang relative singkat. Namun demikian, keadaan keuangan Postpaarbank pulih kembali pada tahun 1941.


Tahun 1942, Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada pemerintah Jepang. Jepang membekukan kegiatan Postpaarbank dan mendirikan Tyokin Kyoku, sebuah bank yang bertujuan untuk menarik dana masyarakat melalui tabungan. Usaha pemerintah Jepang ini tidak sukses karena dilakukan dalam paksaan. Tyokin Kyoku hanya mendirikan satu cabang, yaitu di Yogyakarta.
Namanya diubah menjadi Kantor Tabungan Pos atau disingkat KTP. Pembentukan KTP pada saat itu diprakarsai oleh Darmosoetanto selaku direktur pertama KTP. Dalam perjalanannya, pada akhirnya KTP mempunyai peran yang sangat besar. Peran yang sangat berarti pada saat itu adalah adanya tugas KTP dalam pengerjaan penukaran uang Jepang dengan Oeang Republik Indonesia (ORI). Sejarah telah mencatat bahwa pada masa pendudukan Jepang, peredaran uang yang ada saat itu ditarik dan diganti dengan uang Jepang. Maka begitu Indonesia merdeka, melalui KTP itulah uang Jepang yang masih beredar kemudian ditarik dan diganti dengan uang Indonesia. Ketika Agresi Militer Belanda ke Indonesia, KTP tidak dapat bekerja dengan aman. Dan, dengan agresi Belanda itu, pada 19 Desember 1946 KTP dan kantor-kantor cabangnya yang telah tersebar di Indonesia resmi diduduki oleh Belanda. Namun, pada Juni 1949 pemerintah Republik Indonesia membuka kembali KTP tersebut sekaligus mengganti namanya menjadi Bank Tabungan Pos Republik Indonesia. Kemudian berganti menjadi Bank Tabungan Pos. Pada 9 Februari 1950, Bank Tabungan Pos dibekukan dan selanjutnya dibentuklah Bank Tabungan Negara (BTN). Selanjutnya, tanggal tersebut diperingati sebagai kelahiran BTN. Hal ini setelah dikeluarkannya UU Darurat No. 9 tanggal 9 Februari 1950, yang mengubah nama Postpaarbank in Indonesia berdasarkan staatsblat No. 295 tahun 1941 menjadi Bank Tabungan Pos dan memindahkan induk Kementerian dari Kementerian Perhungan ke Kementerian Keuangan di bawah Menteri Urusan Bank Sentral.
Baru pada tahun 1963, berdasarkan PERPU No. 4 tanggal 22 Juni 1963 yang kemudian dikuatkan dengan UU No. 2 tahun 1964 tanggal 25 Mei 1964, nama Bank Tabungan Pos menjadi BTN.
BTN Cabang Medan merupakan salah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan. Bank ini merupakan bank devisa yang kegiatan operasional utamanya di bidang perkreditan, di samping kegiatan operasional lainnya seperti penggarapan dana dari pihak ketiga, dan lain sebagainya yang kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit, utamanya fokus pada bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi.
Perkembangannya terus menggembirakan, sampai sekarang sudah memiliki sekitar 1.102 kantor di seluruh Indonesia. Akan tetapi dari sekian banyak kantor tersebut mungkin hanya sebagian saja yang memiliki status sebagai bangunan cagar budaya (BCB). BTN Cabang Medan mungkin merupakan salah satunya. ***[140314]

Kepustakaan:
Asni Juliati Sihombing, 2009, Analisis Sistem Pengawasan Pemberian Kredit Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan, dalam Skripsi guna memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara Medan
http://bank-btn.blogspot.com/2012/04/sejarah-bank-btn.html

0 komentar:

Posting Komentar