Kamis, 26 Juni 2014

Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor (MZB) merupakan salah satu museum kebanggaan bagi masyarakat Bogor. Museum ini merupakan museum yang berkaitan dengan dunia fauna karena banyak koleksinya terdiri diri dari beraneka ragam fauna yang diawetkan.
Museum ini terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi museum ini berada di dalam Kebun Raya Bogor, atau tepat berada di samping gedung Balai Besar Industri Agro (BBIA).
Awalnya museum ini merupakan laboratoriun zoologi dengan nama Landbouw Zoologisch Laboratorium yang didirikan pada tahun 1894 atas gagasan J.C. Koningsberger, ahli botani berkebangsaan Jerman. Ketika itu hanya berupa sebuah ruangan kecil dan sederhana. Fungsi utama dari bangunan ini semula adalah sebagai laboratorium untuk penelitian hewan pengganggu tanaman pertanian yang termasuk dalam S’Lands Plantentuin (Kebun Raya Bogor). Kemudian pada tahun 1901, didirikan gedung baru yang digunakan untuk ruang koleksi, ruang kerja, ruang pameran dan laboratorium.


Seiring dengan perkembangan zaman, MZB mengubah namanya sesuai dengan fungsinya: Landbouw Zoologisch Laboratorium (1894), Landbouw Zoologisch Museum (1896), Zoologisch Museum and Werkplaats (1906-1909), Zoologisch Museum and Laboratoriun (1910-1942), Dobutsu Hakubutsukan (1942-1945), Zoologisch Museum and Laboratorium (1946-1947), Museum Zoologicum Bogoriense (1947-1954), Lembaga Museum Zoologicum Bogoriense (1955-1962), Museum Zoologicum Bogoriense (1962-1986), Balai Penelitian dan Pengembangan Zoologi (1987-2000), dan sejak tahun 2000 hingga sekarang, MZB berada di bawah kewenangan Pusat Penelitian Biologi LIPI untuk Bidang Zoologi. Sehingga MZB ini selain digunakan sebagai balai penelitian juga menjadi museum seperti sekarang ini.
Bangunan MZB ini berdenah persegi panjang. Pada tampak depan bangunan terdapat jendela yang masih asli yang terbuat dari kayu, termasuk juga pintunya. Namun, pintu yang menjadi pintu masuk museum dialihkan ke bagian belakang gedung sehingga pintu di depan ditutup karena untuk masuk ke MZB harus melalui Kebun Raya Bogor terlebih dahulu.
Di museum yang memiliki luas bangunan 756,90 m² di atas lahan seluas 1.500 m² ini, terdapat sejumlah ruang untuk memajang koleksinya, seperti mamalia, ikan, burung, reptil dan amfibi, moluska, serangga, dan invertebrata lainnya.


Jumlah koleksi yang dipajang dalam ruang pamer MZB meliputi 3,5% jumlah jenis fauna yang terdapat di Indonesia, dan hanya 0,05% contoh binatang (spesimen) yang dimiliki oleh Bidang Zoologi.
Dari semua koleksi yang ada, kerangka paus biru (skeleton of blue whale) menjadi primadona dari MZB. Paus tersebut ditemukan mati terdampar di pantai Pameungpeuk, Priangan Selatan pada bulan Desember 1916. Paus biru (Balaenoptera Musculus Linnaeus) ini adalah binatang yang terbesar yang pernah hidup di dunia dengan panjang 27,25 meter dan berbobot 119.000 kilogram. Paus biru tidak bergigi. Di dalam rongga mulut terdapat alat penyaring yang disebut balen. Terbuat dari keratin (zat tanduk) berjumlah 250-400 lembar dalam dua jajaran yang tergantung pada langit-langit, balen berfungsi sebagai penapis makanan yang masuk ke rongga mulut.
Paus membuka mulutnya lebar-lebar sehingga air laut bersama makanan masuk ke rongga mulut, setelah mulut dikatupkan lagi, air laut ditekan keluar dengan lidah yang besar, plankton (terutama zoo plankton) tertahan oleh balen, dan ditelan menjadi makanan. Oleh manusia, balen digunakan sebagai bermacam-macam alat, di antaranya sebagai sikat pembersih, korset dan penyangga atau pelapis lain.
Selain itu, MZB juga memiliki koleksi yang jarang dimiliki oleh museum sejenis di tempat lain, yaitu koleksi berupa awetan dari kepiting raksasa Jepang (Macrocheira Kaempferi De Haan). *** [260514]

0 komentar:

Posting Komentar