Selasa, 06 Januari 2015

Plengkung Baru

Plengkung Baru merupakan plengkung terakhir yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda di Kota Magelang. Plengkung pertama berada di Jalan Pierre Tendean, dan dikenal dengan sebutan Plengkung Lama. Sedangkan, plengkung yang kedua terletak di Jalan Daha.
Plengkung Baru terletak di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi plengkung berada di dekat perempatan menuju RST Dr. Soedjono.
Sesuai dengan angka yang tertera di dinding, Plengkung Baru dibangun pada tahun 1920. Pembangunan Plengkung Baru ini sama dengan pembangunan plengkung yang lainnya, yaitu berkenaan dengan dibangunnya saluran air kota (boog kotta leiding).


Untuk Plengkung Baru ini, dibangun dengan fungsi membuka akses jalan seiring dibangunnya kompleks militer di Taman Badaan (Nieuws Officer Kampement) dan rumah sakit tentara (Militaire Hospitaal) di Rindam IV Diponegoro.
Bangunan plengkung yang memiliki luas 6,5 m² dan tingginya 7 m ini masih terlihat kokoh, berfungsi dengan baik, dan masih mempertahankan bentuk aslinya. Seperti pada Plengkung Lama, Plengkung Baru ini menjadi aquaduct dan sekaligus menjadi fly river. Artinya, sebagai penyangga selokan air sekaligus sebagai gerbang jalan. Keadaan ini menjadi penanda yang khas di Kota Magelang.
Melihat kekunaan yang dimiliki oleh Plengkung Baru ini, Pemkot Magelang telah memasukkan bangunan ini sebagai bangunan cagar budaya (BCB) sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 7 Tahun 2013 tentang Cagar Budaya di Kota Magelang, sehingga bangunan ini sudah sepantasnya untuk dirawat dan dilestarikan. *** [171214]

1 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda

    BalasHapus