Jumat, 14 Februari 2014

Panti Asuhan Undaan

Tempo doeloe daerah Undaan merupakan kawasan tua yang ada di Kota Surabaya. Daerah ini merupakan “perluasan” dari Kampung Peneleh yang telah ada jauh sebelumnya, karena Kampung Peneleh tersebut sudah ada semenjak zaman Singasari. Peneleh berasal dari nama anak Raja Wisnu Wardhana, Pangeran Pinilih, yang tinggal di daerah tersebut.
Sebagai kawasan tua maka lazim bila di daerah tersebut banyak bermunculan bangunan lawas, baik itu rumah milik perorangan, rumah sakit maupun bangunan publik lainnya. Salah satu bangunan kuno yang masih memancarkan pesonanya adalah Panti Asuhan Undaan.


Panti Asuhan Undaan terletak di Jalan Undaan Kulon No. 9-15 Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi ini tepat berada di sebelah selatan Rumah Sakit Mata Undaan.
Berdasarkan catatan sejarah yang ada, awalnya bangunan berlahan sangat luas dengan langgam Indische Empire merupakan rumah kediaman keluarga Polack, salah satu keluarga Belanda yang tinggal di daerah itu. Akan tetapi, pada tahun 1932, rumah laksana kraton ini akhirnya dibeli oleh seorang opsir Tionghoa yang mendapat dukungan dana dari sejumlah dermawan Tionghoa lainnya.


Mayor The Toan Ing bersama Mayor Han Tjion Khing mendirikan Panti Asuhan Thay Tong Bon Yan di bekas rumah keluarga Polack tersebut. Mayor Han Tjing Khing merupakan Mayor Tionghoa terakhir di Surabaya yang mengundurkandiripada tahun 1924. Istri Mayor Han Tjiong Khing adalah The Gwat Bio, putri dari Mayor The Boen Khe, dan saudara dari Mayor The Toan Ing.
Sedangkan Mayor The Boen Khe adalah seorang tokoh Tionghoa yang disegani, yang pernah memberikan bantuan sebidang tanah di Kapasan seluas 500 m² untuk didirikan Klenteng Boen Tjiang Soe, dan ketika klenteng tersebut berubah menjadi tempat ibadah Khonghucu diganti namanya menjadi Klenteng Boen Bio.
Bangunan kuno peninggalan zaman Hindia Belanda sampai saat ini masih berfungsi sebagai gedung panti asuhan, namun sekarang namanya berganti menjadi Panti Asuhan Undaan.
Panti Asuhan Undaan adalah tempat penampungan untuk anak yang tidak memiliki orang tua. Selain sebagai tempat tinggal, panti asuhan ini juga mengkhususkan diri untuk mengurusi setiap anak-anak yang ada di bawah naungannya.
Dilatarbelakangi sejarah yang dimiliki gedung ini, maka bangunan ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali kota Surabaya Nomor 188.45/421/436.1.2/2012. *** [080214]

0 komentar:

Posting Komentar