Selasa, 04 Agustus 2015

Gedung Galangan Kapal VOC

Bangunan ini terlihat saat penulis sedang menikmati pemandangan Sunda Kelapa dari loteng Menara Syahbandar Sunda Kelapa. Sambil menoleh setiap arah mata angin, terlintas bangunan dengan logo VOC yang cukup besar sehingga terlihat dari menara tersebut, dan bangunan tersebut mengundang keingintahuan penulis untuk mendekatinya dan sekaligus mengetahui kisahnya. Bangunan tersebut ternyata adalah Gedung Galangan Kapal VOC.
Gedung ini terletak di Jalan Kakap No. 1-3 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Lokasi gedung ini berada di barat daya Menara Syahbandar Sunda Kelapa atau selatan Museum Bahari.


Adolf Heuken dan Grace Pamungkas dalam bukunya, Galangan Kapal Batavia Selama Tiga Ratus Tahun (Yayasan Cipta Loka Caraka, Jakarta, 2000 menulis, bangunan galangan kapal tersebut dibangun pada tahun 1628 sebagai kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda, yang dikenal dengan sebutan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Bangunan lawas ini, dulunya dijadikan gudang barang keperluan galangan kapal di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu. Lama-lama, gudang ini dijadikan tempat menyimpan dan memperbaiki kapal-kapal besar yang akan berlayar ke perairan terbuka selama berbulan-bulan. Selain kapal besar, galangan kapal ini terdapat pula kapal-kapal kecil yang dibuat di sini.
Pada tahun 1721, galangan kapal ini pernah mengalami kebakaran. Sebelum terbakar, lantai dua dari bangunan ini bentuknya rata tanpa selasar. Namun, setelah dibangun kembali bangunan yang memanjang ditambahi selasar di lantai duanya serta jendela-jendela segitiga di atapnya. Sehingga, bila dirunut dari tahun dibangun galangan kapal ini, usia galangan kapal yang dibangun di atas tanakh urukan ini lebih tua dari bangunan Museum Bahari. Lokasi Museum Bahari dulu masih berupa rawa-rawa atau empang.


Tidak seperti di Surabaya, bangunan galangan kapal Marina yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1939 bisa dinasionalisasi dan menjadi cikal bakal PT. PAL, tapi untuk galangan kapal VOC di Jakarta entah kenapa bangunan bersejarah ini pada akhirnya bisa di tangan perseorangan dalam kepemilikannya. Pernah dipegang pemiliknya yang bermarga Panggabean dan bangunan tersebut dijadikan gudang untuk menyimpan drum-drum bahan kimia. Lalu, sekarang beralih ke Susilowati Then (KOMPAS, 11 Februari 2015) dan dijadikan Cafe Resto Galangan VOC.
Usaha bisnis yang dilakukan Susilowati ini masih lumayan jika dibandingkan dengan bisnis sebelumnya menyangkut masalah heritage, karena masih mempertahankan bentuk aslinya dan mau merawat bangunan tersebut. Bagaimanapun juga, lokasi galangan kapal VOC ini tidak bisa dipisahkan dengan sejumlah bangunan serta lokasi heritage yang ada di sekitarnya, seperti Menara Syahbandar, Pasar Ikan Heksagon, Museum Bahari maupun Pelabuhan Sunda Kelapa. *** [210612]

0 komentar:

Posting Komentar