Jumat, 15 Juni 2012

Tari Gambyong

Gambyong didapati di banyak daerah di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Ragam gambyong pernah ditemukan di Jawa Barat dengan nama lain namun telah punah.
Tradisi lisan mengatakan gambyong berawal pada masa pemerintahan Sri Sunan Paku Buwono IX (1881 – 1893) dari Keraton Surakarta, namun catatan tertulis menunjuk lebih awal, yaitu pada masa pemerintahan Sri Sunan Paku Buwono IV (1788 – 1820). Gambyong terdapat dalam Serat Centhini dan Serat Cabolang, dua sumber tentang seni panggung Indonesia yang ditulis abad ke-19. Gerak-gerak erotis gambyong diiringi gamelan dan vokal dalam nada slendro atau pelog.
Tari gambyong ditarikan oleh seorang penari atau lebih dalam acara seperti pesta pernikahan atau penyambutan tamu, atau sebagai pembukaan pergelaran wayang orang oleh beberapa perkumpulan seperti Ngesti Pandawa di Semarang dan Sriwedari di Surakarta. Bahkan perkumpulan kethoprak, seperti Kethoprak Siswo Budoyo di Tulungagung, dan Sapta Mandala di Yogyakarta, memasukkan gambyong pada pembukaan mereka. ***

0 komentar:

Posting Komentar