The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Bank Priyayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bank Priyayi. Tampilkan semua postingan

De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren

Berdasarkan sejarah yang ada, Bank Rakyat Indonesia (BRI) ihwalnya hanyalah sebuah bank kecil yang mula-mula bernama De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren (Bank Penolong dan Tabungan bagi Priyayi di Purwokerto) atau biasa disingkat menjadi Bank Priyayi ini tumbuh berkembang sebagaimana bentuknya yang sekarang ini. Keberadaannya yang lebih dari seabad ini merupakan suatu bukti betapa tangguhnya BRI dalam menghadapi pasang surutnya kondisi ekonomi, politik, dan social yang terjadi di negeri ini.


Bangunan seluas 31 m² ini merupakan kantor tempat De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren memulai operasinya yang pertama kali, yaitu pada 16 Desember 1895. Kendati bangunan ini telah mengalami renovasi sebanyak dua kali, namun bentuk dan letaknya dibuat tepat sama seperti aslinya. Bahkan dalam renovasi ini hanya dindingnya saja yang menggunakan batu bata baru, sedangkan kusen-kusen atap, jendela, pintu, langit-langit dan atapnya masih memakai bahan yang asli.
Bangunan mungil kantor ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruang dalam dan teras. Ruang dalam merupakan ruang kerja Raden Aria Wirjaatmadja, sedangkan teras merupakan tempat pembantunya menerima atau melayani para nasabahnya.
Pada waktu Bank Priyayi di Purwokerto berdiri sebenarnya juga berdiri bank-bank lain seperti N.V. De Bataksche Bank (1937) dan Vereeniging Minangkabau (1917), tetapi tidak terus berkembang. Hanya Bank Priyayi saja yang terus berkembang hingga besar menjadi BRI. *** [041112]
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami