The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Daftar Bangunan Kuno di Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daftar Bangunan Kuno di Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Jejak Revolusi Industri di Jantung Yogyakarta: Kisah Lokomotif Uap Marshall Britannia di Stasiun Tugu

Di antara keramaian Malioboro, terdapat sebuah benda tua yang sering dilewatkan oleh wisatawan. Ia berada di sisi utara pintu timur Stasiun Yogyakarta, bertahan di tepi Jalan Margo Utomo. Bentuknya mirip lokomotif kuno dengan cerobong asap, roda besi besar, dan bodi hitam pekat yang mencerminkan kesan industri masa lalu. Banyak orang mengira itu kereta tua, padahal ia bukanlah lokomotif rel yang biasanya melintas membawa penumpang.

Benda bersejarah itu adalah Monumen Lokomotif Uap Stasiun Yogyakarta, sebuah lokomotif uap Marshall Britannia yang menjadi saksi bisu perkembangan industri di Jawa pada masa kolonial. Kehadirannya seolah menjadi pengingat bahwa Yogyakarta bukan hanya kota budaya dan wisata, tetapi juga pernah bersentuhan erat dengan denyut revolusi dunia industri.

Monumen Lokomotif Uap Stasiun Yogyakarta di Jalan Margo Utomo No. 1 Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta

Lokomotif uap ini dipajang tepat di seberang ujung Jalan Malioboro, kawasan yang kini dikenal sebagai pusat wisata dan perdagangan paling hidup di Yogyakarta. Di tengah lalu-lalang wisatawan, suara kendaraan, dan keramaian kota, mesin uap tua itu berdiri tenang membawa cerita dari lebih seabad silam.

Sekilas tampilannya memang menyerupai kereta api kecil. Namun sebenarnya mesin ini adalah mesin uap portabel satu silinder buatan Marshall, Sons & Co. Ltd., perusahaan asal Gainsborough, Inggris, yang terkenal sebagai produsen mesin industri dan pertanian berbasis tenaga uap. Mesin semacam ini dikenal dengan istilah “lokomobil” karena dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain menggunakan roda tanpa memerlukan rel.

Cerobong asap lokomobil buatan Marshall, Sons & Co. Ltd., Inggris

Pada akhir abad ke-19, mesin uap sedang berada di puncak kejayaan. Revolusi industri yang dipicu penemuan mesin uap oleh James Watt mengubah wajah dunia. Pabrik tekstil, pertanian, pertambangan, hingga industri pengolahan mulai meninggalkan tenaga manusia dan hewan untuk beralih ke tenaga mekanik. Gelombang modernisasi itu turut menjalar ke Hindia Belanda, termasuk Pulau Jawa yang kala itu menjadi pusat industri gula terbesar.

Belanda kemudian mendatangkan berbagai mesin uap portabel dari Eropa untuk mendukung produksi gula. Salah satunya adalah lokomobil Marshall Britannia yang kini dipamerkan di Stasiun Tugu. Di Yogyakarta, mesin ini lazim digunakan untuk menggerakkan alat penggilingan dan pengolahan tebu di pabrik gula.

Plakat nama produsen mesin uap portabel Marshall, Sons & Co.

Marshall, Sons & Company sendiri memiliki sejarah panjang dalam dunia industri Inggris. Perusahaan yang didirikan William Marshall pada tahun 1848 itu awalnya memproduksi peralatan pabrik sebelum berkembang menjadi pembuat mesin pertanian, ketel uap portabel, hingga traktor. Nama Marshall kemudian dikenal luas sebagai produsen mesin uap berbentuk lokomotif yang tangguh dan efisien untuk kebutuhan industri maupun pertanian.

Lokomobil di Stasiun Yogyakarta ini bekerja menggunakan bahan bakar batubara atau kayu bakar. Uap panas dari ketel menghasilkan tekanan tinggi yang menggerakkan piston dan roda gaya besi besar di bagian samping mesin. Putaran itu lalu diteruskan menggunakan sabuk ke mesin penggilingan atau alat produksi lainnya. Seluruh tubuhnya terbuat dari besi dengan balutan cat hitam khas mesin industri era kolonial, menghadirkan kesan kokoh sekaligus artistik. 

Bodi hitam pekat mesin uap portabelMarshall, Sons & Co.yang mencerminkan kesan industri masa lalu

Dahulu, mesin seperti ini biasanya dipindahkan menggunakan tenaga manusia atau hewan menuju lokasi kerja. Meski sederhana dibanding teknologi modern, pada zamannya lokomobil merupakan simbol kemajuan teknologi yang sangat revolusioner.

Kini, lokomobil Marshall Britannia itu memang tak lagi mengepulkan asap atau menggerakkan mesin penggilingan tebu. Namun keberadaannya di halaman Stasiun Tugu menyimpan jejak penting tentang bagaimana teknologi industri pernah ikut membentuk sejarah Yogyakarta. Di antara kereta modern yang datang dan pergi setiap hari, mesin tua itu seolah terus bercerita tentang masa ketika tenaga uap menjadi penggerak utama peradaban. *** [170526



Share:

Mengenal Lokomotif D 301 61 27, Monumen Sejarah di Halaman Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta

Di halaman depan Stasiun Yogyakarta sisi selatan, tepatnya di kawasan Jalan Pasar Kembang, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, saya melihat sebuah lokomotif tua yang dipajang anggun sebagai monumen sejarah. 

Di tengah hiruk-pikuk wisatawan dan lalu lalang kendaraan, lokomotif berseri D 301 61 27 itu berdiri diam, seolah menjadi penanda bahwa Stasiun Yogyakarta bukan sekadar tempat datang dan pergi kereta, melainkan juga ruang penyimpan jejak panjang perjalanan perkeretaapian Indonesia.

Lokomotif jadul tersebut kini dikenal sebagai Monumen Lokomotif yang menjadi ikon bernuansa sejarah dari Stasiun Yogyakarta, atau yang akrab disebut Stasiun Tugu. Kehadirannya menghadirkan suasana nostalgia, mengingatkan orang pada masa ketika lokomotif diesel hidrolik menjadi tulang punggung layanan kereta api di berbagai jalur cabang di Jawa.

Lokomotif D 301 61 27 yang dipamerkan di halaman depan Stasiun Tugu sisi selatan ini merupakan bagian dari lokomotif diesel hidrolik seri D 301 yang didatangkan ke Indonesia sebanyak 80 unit. 

Lokomotif D 301 61 27 yang menjadi monumen sejarah di halaman Stasiun Tugu Yogyakarta sisi selatan

Penomorannya pun memiliki arti tersendiri. Huruf D menunjukkan susunan roda atau konfigurasi gandar D, yang berarti lokomotif ini memiliki empat gandar penggerak. Angka 3 setelah aksara D memperlihatkan bahwa lokomotif ini menggunakan penggerak diesel hidrolik. Sementara angka 01 menunjukkan seri lokomotif. 

Dua digit berikutnya, yakni 61, merujuk pada tahun lokomotif tersebut mulai dinas atau dioperasikan, yaitu tahun 1961. Sedangkan dua digit terakhir, 27, menunjukkan nomor urut lokomotif dari keseluruhan armada yang didatangkan oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

Lokomotif D301 ini merupakan lokomotif langsir atau shunting locomotive dan layanan jarak pendek yang diproduksi oleh Fried Krupp Lokomotivfabriek Essen, Jerman. Krupp sendiri dikenal sebagai pabrik industri berat yang memproduksi berbagai kebutuhan militer, lokomotif uap, gerbong, kereta, hingga aneka produk berbahan dasar baja. Perusahaan keluarga yang berdiri sejak tahun 1811 itu didirikan oleh Friedrich Krupp melalui Krupp Gusstahlfabrik, sebuah pabrik pengecoran baja di dekat Sungai Ruhr, Jerman.

Wajah lokomotif D 301 61 27 dari sisi timur

Di kalangan pencinta kereta api, D 301 kerap disebut sebagai “adik” dari lokomotif D300 karena bentuknya yang hampir serupa, namun memiliki performa yang lebih baik. Meski tugas utamanya melayani aktivitas langsir, lokomotif D 301 juga digunakan untuk menarik kereta penumpang dan barang di sejumlah jalur cabang. Lokomotif ini mulai beroperasi di wilayah Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 1961.

Pada masanya, lokomotif ini diperkirakan pernah melayani lintas Yogyakarta–Magelang–Secang maupun Yogyakarta–Srandakan–Ngabean–Palbapang serta Ngabean–Pasargedeh–Pundung. Karena sering melintasi jalur yang berdampingan langsung dengan jalan raya, kecepatan maksimum lokomotif ini dibatasi hanya sekitar 25 kilometer per jam. 

Lambat memang, tetapi justru dari kelambatan itulah masyarakat zaman dulu dapat menyaksikan kereta api sebagai bagian akrab dari kehidupan sehari-hari, yang melintas dekat pasar, menyapa anak-anak kecil, dan membelah kampung dengan bunyi peluit yang kini tinggal kenangan.

Wajah lokomotif D 301 61 27 dari sisi barat

Setelah masa baktinya usai, lokomotif D301 itu kemudian diabadikan menjadi monumen sejarah. Namun ada satu hal yang sempat mengusik pikiran saya ketika melihatnya usai mendampingi anak wedok mengikuti Kejuaraan Karate di GOR Amongrogo pada Ahad, 31 Agustus 2025. Pada badan lokomotif tertulis D 301 61 27, tetapi di prasasti peresmian yang ditandatangani Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro tertanggal 12 Desember 2018 justru tercantum “Monumen Lokomotif D 301 22”.

Barangkali itu sekadar kekeliruan penulisan yang luput dari perhatian. Sebab manusia, sehebat apa pun merawat sejarah, tetap memiliki kemungkinan alpa dalam mencatat detail-detail kecil. Namun justru di situlah sejarah menjadi menarik. Ia tidak selalu hadir sebagai kisah yang sepenuhnya rapi dan sempurna. Kadang ada angka yang tertukar, huruf yang terlewat, atau prasasti yang tak sepenuhnya sejalan dengan kenyataan di depannya. 

Akan tetapi, lokomotif tua itu tetap berdiri tegak, seolah ingin mengajarkan bahwa nilai sebuah perjalanan tidak ditentukan oleh sempurnanya catatan, melainkan oleh jejak pengabdian yang pernah dilaluinya. Dan mungkin, sebagaimana kereta yang terus berjalan meski rel kadang berderit, sejarah pun tetap melaju meski sesekali manusia keliru menuliskan angka di batu peringatan. *** [150526]

Share:

Daftar Bangunan Kuno di Yogyakarta

Berikut ini adalah daftar dari bangunan kuno atau peninggalan sejarah lainnya yang terdapat di Yogyakarta:

Apotek ini terletak di Jalan Malioboro No. 129 Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Benteng ini terletak di Jalan Ahmad Yani No. 6 Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bruderan ini terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 18 Kampung Yudonegaran RT.09 RW.01 Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gedung Agung ini terletak di Jalan Ahmad Yani No. 3 Kampung Ngupasan RT.09 RW.03 Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gedung BI ini terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 4 Kampung Yudonegaran RT.09 RW.01 Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gedung BNI ini terletak di Jalan Ahmad Dahlan No. 1 Kampung Kauman RT.38 RW.11 Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gedung ini terletak di Jalan Malioboro No. 54 Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gedung ini terletak di Jalan Trikora No. 4 Kampung Kauman RT.38 RW.11 Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gedung Manulife Financial Yogyakarta
Gedung ini terletak di Jalan Margo Utomo No. 20 Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Pugeran
Gereja ini terletak di Jalan Suryaden No. 63 Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru
Gereja ini terletak di Jalan Abu Bakar Ali No. 1, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran
Gereja ini terletak di Jalan Bintaran Kidul No. 5, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

GPIB Jemaat Marga Mulya Yogyakarta
Gereja ini terletak di Jalan Ahmad Yani No. 5, Kampung Beskalan RT. 05 RW. 02, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Hotel Inna Garuda Yogyakarta
Hotel ini terletak di Jalan Malioboro No. 60 Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Indraloka Family Homestay Yogyakarta
Homestay ini terletak di Jalan Cik Di Tiro No. 18 Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Jogja Library Center
Jogja Library Center ini terletak di Jalan Malioboro No. 175 Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kantor Asuransi Jiwasraya Kotabaru
Kantor ini terletak di Jalan Faridan Muridan Noto No. 9 Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Kantor Pos Besar Yogyakarta
Kantor pos ini terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 2 Kampung Yudonegaran RT.09 RW.01 Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kawasan Malioboro ini membentang dari Stasiun Tugu Yogyakarta di sebelah utara menuju ke selatan hingga perempatan Panguraksan atau perempatan benteng.

Kompleks sekolah ini terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 32 Kampung Yudonegaran RT.09 RW.01 Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kraton ini terletak di Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Malioboro Indomaret Point terletak di Jalan Malioboro No. 123 Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Masjid Gedhe ini terletak di Jalan Kauman Alun-Alun Kraton Yogyakarta, Kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Museum ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 75 Kelurahan Terban, Kecamatan Gondukusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Museum ini terletak di Jalan Trikora No. 6 Kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasar ini terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 16 Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pura Pakualaman terletak di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Semaki, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta
Rumah sakit ini terletak di Jalan Jnderal Sudirman No. 70 Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta
Rumah sakit ini terletak di Jalan Cik Di Tiro No. 5 Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Rumah sakit ini terletak di Jalan Cik Di Tiro No. 30 Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Stasiun Kereta Api Lempuyangan
Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun Lempuyangan, Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

SMP ini terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 28-30 Kampung Yudonegaran RT.09 RW.01 Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Stasiun ini terletak di Jalan Margo Utomo No. 1 Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

The Phoenix Hotel Yogyakarta
Hotel ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 9 Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Vihara Buddha Prabha Yogyakarta
Vihara ini terletak di Jalan Brigjen Katamso No. 3 Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami