The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Keueh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keueh. Tampilkan semua postingan

Uang Kerajaan Aceh Darussalam

Antara tahun 1510 – 1530, Portugis menguasai Kerajaan Malaka dan Kerajaan Samudera Pasai. Pada masa itu, pedagang Islam mencari pelabuhan baru di daerah Aceh, sehingga muncul sebuah kerajaan baru yaitu Kerajaan Aceh pada abad ke-16 yang terletak di tepi Selat Malaka dengan pusat kerajaan di sekitar Kutaraja (Banda Aceh).
Raja Aceh yang pertama adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514 – 1528). Pada masa pemerintahan Sultan Al ad-Din Johansyah pada tahun 1760 – 1795, Sultan Muhammad Syah atau dikenal Teuku Muhammad tahun 1795 – 1824 dan Sultan Ibrahim Mansyur pada tahun 1836 – 1870 dikenal mata uang dari emas dengan nama “Keueh” (Keh) dan dari perak dengan nama “Derham” (Dirham). ***

Sumber:
  • Pameran Koleksi Uang Bank Indonesia MUSEUM ARTHA SUAKA, Jakarta: Bank Indonesia
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami