The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Stasiun di Sukoharjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stasiun di Sukoharjo. Tampilkan semua postingan

Stasiun Kereta Api Pasarnguter

Stasiun Kereta Api Pasarnguter (PNT) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Pasarnguter, merupakan salah satu stasiun kereta api kecil atau stasiun kelas III yang berada di bawah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, yang berada pada ketinggian + 105 m di atas permukaan laut. Stasiun Pasarnguter terletak di Jalan Raya Nguter, Dukuh Nguter, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi stasiun ini berada di sebelah tenggara Toko Pakaian Hanyboth atau sebelah utara/belakang Pasar Jamu Nguter ± 400 meter.
Stasiun Pasarnguter ini dibangun oleh perusahaan kereta api milik swasta, Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada tahun 1922 setelah jalur kereta api Solo-Wonogiri diselesaikan. Stasiun ini merupakan pintu masuk ke Kabupaten Sukoharjo dari arah Stasiun Wonogiri menuju Stasiun Sukoharjo dan akan berakhir di Stasiun Purwosari Solo.


Pembangunan stasiun ini berhubungan dengan adanya pembangunan jalur kereta api Solo Kota-Wonogiri-Baturetno sepanjang 80 kilometer, yang dimulai pada tahun 1922 dan selesai pada tahun 1923 oleh NISM. Jalur kereta api ini memiliki garis normal rel (normaalspoorlijnen) 1067 mm. Pembangunan jalur ini, oleh pemerintah Hindia Belanda, awalnya ditujukan untuk mengangkut hasil bumi atau perkebunan yang berasal dari daerah Wonogiri dan Sukoharjo menuju Solo yang kemudian akan dikirim berikutnya baik ke Surabaya, Semarang dan Batavia.


Stasiun ini memiliki 2 jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah selatan (menuju Wonogiri) dan utara (menuju Solo), serta mempunyai peron berjumlah tiga. Dua peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama cukup tinggi.
Saat ini Stasiun Pasarnguter hanya disinggahi oleh railbus Bathara Kresna sebanyak empat kali dengan jadwal dua kali keberangkatan pulang pergi dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri dan sebaliknya. Selain, untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, Stasiun Pasarnguter ini sesungguhnya memiliki masa depan yang cerah bagi kepariwisataan di daerah Nguter. Lokasinya yang dekat dengan Pasar Jamu Nguter, seharusnya ditangkap peluang untuk menciptakan wisata jamu. Penumpang kereta api yang bercorak wisata, bisa berhenti di Stasiun Pasarnguter, kemudian dipandu ke Pasar Jamu Nguter. Namun Pasar Jamu Nguter juga harus siap menampilkan jamu-jamu yang siap diminum dengan kedainya masing-masing dengan mengadopsi model jamu gendong, seperti gula asem, beras kencur, dong kates, dan sebagainya. Multiplier effect akan terjadi di daerah ini. *** [030417]
Share:

Stasiun Kereta Api Sukoharjo

Stasiun Kereta Api Sukoharjo (SKH) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Sukoharjo, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta yang berada pada ketinggian + 98 m di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kereta api kelas 3 atau kecil.


Stasiun ini terletak di Jalan Bima, Dusun Larangan RT.03 RW.02 Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi stasiun ini berada di sebelah timur SDN Gayam 5 Sukoharjo, dan tidak begitu jauh dengan Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo.
Bangunan Stasiun Sukoharjo ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Solokota-Wonogiri-Baturetno yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik swasta di Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, dari tahun 1922 dan selesai pada tahun 1923, sepanjang 51 kilometer.


Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur saja. Jalur 1 dan jalur 2 terhubung dalam persilangan di sebelah selatan maupun utara stasiun. Karena untuk jalur ini masih single track. Jalur yang ke utara menuju ke Stasiun Solo Kota, dan jalur yang ke selatan menuju ke Stasiun Pasar Nguter.
Stasiun ini tergolong sepi karena hanya dilewati oleh railbus Bathara Kresna saja, dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri dan sebaliknya. *** [110716]
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami