The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Museum Bank Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Museum Bank Indonesia. Tampilkan semua postingan

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat. Lokasi museum ini bersebelahan dengan Museum Bank Mandiri atau berada di depan Stasiun Kereta Api Jakarta Kota. Daerah ini termasuk kawasan Kota Tua Jakarta. Kota Tua adalah kawasan yang pertama kali dibangun oleh Belanda pada awal abad ke-16 dan menjadi pelabuhan penting tempat kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru dunia berlabuh. Bergudang-gudang hasil bumi seperti rempah, kopi, dan teh, serta komoditas perdagangan lain seperti cita, disimpan dan diperdagangkan di sini.


Museum ini menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neoklasikal, dipadu dengan pengaruh lokal. Sebelum menjadi De Javasche Bank, bangunan Museum Bank Indonesia ini dulunya merupakan bekas rumah sakit bernama Binnenhospitaal. Setelah sekitar delapan puluh tahun, kapasitas gedung bekas Binnenhospitaal ini dirasa tak lagi memadai sebagai kantor bank besar. Oleh karena itu, De Javasche Bank memutuskan untuk melakukan pembangunan  gedung baru di atas lahan Binnenhospitaal , yang sudah ditempatinya sejak tanggal 08 April 1828. Tahun 1910, De Javasche Bank membangun kembali gedung dengan lima tahap pembangunan yang perancangan bangunan dilakukan oleh Biro Arsitek Ed. Cuypers & Hulswit yang kemudian berubah menjadi Architecten & Ingenieursbureau Fermont-Cuypers.
Tahun 1910 pembangunan tahap pertama dimulai dan selesai pada tahun 1912, bangunan gedung bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang terletak di sepanjang jalan Binneninieuwpoorstraat atau sekarang dikenal dengan Jalan Pintu Besar Utara.
Tahun 1922 pembangunan tahap kedua dimulai dengan menambah beberapa ruangan baru seperti rumah penjaga gedung (concierge), ruang simpan barang berharga (kluis), ruang pertemuan besar (ruang hijau), ruang arsip, garasi, dan ruangan lainnya.
Tahun 1924 pembangunan tahap ketiga dilakukan. Pembangunan tahap ketiga merupakan perluasan dari tahap sebelumnya dengan membangun sebuah unit di bagian belakang sepanjang Kali Besar menggantikan bangunan tua bekas rumah sakit. Dibuat juga bangunan di sepanjang Javabankstraat  atau sekarang dikenal dengan jalan Bank, yang bertemu dengan bangunan tahap pertama di sisi utara. Bangunan yang baru dibangun ini memiliki kaca patri, dengan ragam hias berupa komoditas perdagangan pada masa Hindia Belanda dan dewa-dewi Yunani yang indah.
Tahun 1933 pembangunan tahap keempat dilaksanakan memenuhi kebutuhan ruang khasanah yang lebih luas dan ruang efek-efek. Dalam pembangunan tahap keempat, Biro Arsitek Fermont-Cuypers mendesain beberapa unit tambahan yaitu beberapa kluis baru yang ditempatkan pada perpanjangan bangunan di sisi Binneninieuwpoorstraat (Jalan Pintu Besar Utara). Pembanguan termasuk renovasi yang dilakukan pada bagian depan di sisi jalan yang sama dengan gaya yang lebih sederhana.
Tahun 1935 pembangunan tahap kelima dilakukan dan diresmikan pada tanggal 12 Juni 1937. Tujuan pembangunan tahap kelima untuk memodernisasi arsitektur pembangunan tahap- tahap sebelumnya. Perubahan yang dilakukan diantaranya menggantikan dua pintu gerbang sebelumnya menjadi satu pintu untuk keluar-masuk. Perubahan yang lainnya seperti menghilangkan kubah yang sebelumnya menghiasi atap gedung bangunan. Setelah pembangunan ini, tidak banyak lagi perubahan yang dilakukan terhadap gedung.
Setelah pembangunan gedung yang baru selesai, bangunan lama bekas rumah sakit akhirnya sirna, digantikan sepenuhnya oleh bangunan megah yang kita lihat sekarang.
Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009.
Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005. Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.
Selain berbagai koleksi yang dimiliki oleh Museum Bank Indonesia, juga terdapat fasilitas seperti ruang penitipan barang, pusat informasi tentang Bank Indonesia, ruang auditorium, kios buku dan cenderamata, banking expo, ruang serbaguna, café museum, fine dining restaurant, perpustakaan, ruang ibadah. *** [110712]
Share:

Prasasti Keindahan Gedung De Javasche Bank

Di teras Lantai II gedung Museum Bank Indonesia terdapat prasasti yang berwarna merah keabu-abuan dengan tulisan yang berwarna emas. Prasasti ini dibuat pada saat dilakukan renovasi gedung De Javasche Bank pada tahun 1922. Tulisan di dalam prasasti ini menggunakan bahasa Latin, yang saat itu lazim digunakan sebagai bahasa ilmiah di Eropa. Tulisan yang ada di dalam prasasti adalah sebagai berikut:

SEDULLA PROPELLIT
COLUMENQUE PECUSQUE
MINISTRAT
ARGENT ARIA
DUX AR TIBUS
ATQUE COMES

Yang artinya:
“Bank yang aktif mendirikan tiang-tiang dan menjunjung seni hias menjadi pelopor dan pendukung kesenian”.


Berdasarkan arti tulisan itu dapat disimpulkan bahwa pada waktu itu, De Javasche Bank sangat menjunjung tinggi keindahan dalam membangun gedung kantornya. Gedung yang dibangun De Javasche Bank pada waktu itu memang sangat menonjolkan kekayaan elemen dan ornament dekoratif. ***
                                                                                          
                                                                                                                                                                                       
Share:

Di bawah lindungan Sang Dewa

Kaca patri di rongga tangga ini menggambarkan Dewa Hermes yang dalam mitologi Yunani yang merupakan dewa pelindung perdagangan. Di bawahnya tertera tulisan DE JAVASCHE BANK OPGERICHT ANNO 1828, yang artinya adalah De Javasche Bank didirikan pada 1828.



Di bawah gambar Dewa Hermes terdapat tiga kaca patri dalam ukuran yang lebih kecil dengan lambang tiga kota penting dalam perdagangan di Pulau Jawa kala itu, yaitu Surabaya, Batavia, dan Semarang. Di Semarang dan Surabaya, adalah kota-kota pertama di mana De Javasche Bank membuka kantor cabangnya.
Simbol Dewa Hermes di atas lambang-lambang kota tersebut dimaksudkan untuk melindungi dan menggairahkan perdagangan di kota-kota bandar tersebut. ***


                                                                                                                                              
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami