The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Keramik Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keramik Jepang. Tampilkan semua postingan

Keramik Jepang

Aspek karakteristik seni keramik di Jepang adalah popularitas yang berkesinambungan periuk bakaran tinggi tanpa glasir, bahkan di saat porselin menjadi populer. Sejak abad ke-4, tembikar dan porselin Jepang sering dipengaruhi oleh Cina dan Korea. Jepang mengubah dan menerjemahkan model keramik Cina dan Korea menjadi kreasi keramik Jepang yang unik dan berkarakter.


Keramik Jepang dikenal dengan banyaknya warna atau polikrom dengan hiasan flora, suluran, dan geometris dalam bidang-bidang. Biasanya teknik pembuatan keramik Jepang lebih halus dibandingkan dengan keramik buatan Asia lainnya.

Japanese characteristic aspect of the art is the continuing popularity of unglazed high-fired stoneware even after porcelain became popular. Since 4th century, Japanese pottery and porcelain was often influenced by the Chinese and Korean, sometimes through Korean pottery. Japan transformed and translated the Chinese and Korean prototypes into a uniquely Japanese creation, and the result was distinctly Japanese in character.
Japanese ceramics is known by the number of color or polychrome and decorated with flora, ropes, geometric in panels. The technique usually softer compared to other Asian ceramics. ***
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami