The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Watertoren te Magelang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Watertoren te Magelang. Tampilkan semua postingan

Menara Air Magelang

Sisi menarik lain dari alun-alun Kota Magelang, tidak hanya menyediakan ruang terbuka yang berfungsi sebagai taman kota namun juga meninggalkan jejak aristektur bangunan yang megah nan menjulang. Bangunan yang menjadi penanda yang khas keberadaan alun-alun tersebut adalah sebuah tower untuk menampung air, atau yang biasa dikenal dengan menara air.
Menara air ini terletak di sudut pertemuan antara Jalan Alun-alun Utara  dengan Jalan Alun-alun Barat, Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi menara air ini berada di pojok barat laut dari alun-alun, atau berdekatan dengan GPIB Magelang.
Menara air yang dulunya dikenal dengan nama Watertoren te Magelang ini mulai dibangun pada tahun 1916 dan mulai beroperasi sejak Mei 1920. Sang arsitek dibalik megahnya bangunan menara air ini adalah Ir. Herman Thomas Karsten. Karsten adalah arsitek lulusan Technische Hoogeschool di Delft yang disandangnya pada tahun 1908. Karsten dilahirkan pada 22 April 1884 di Amsterdam. Ayahnya, seorang profesor  dalam ilmu filsafat dan wakil ketua Chancellor (Pembantu Rektor atau Direktur) sedang ibunya berasal dari Jawa Tengah. Pada tahun 1921, Karsten menikahi Soembinah, anak perempuan seorang lurah di Dieng, Mangunredjo.


Menara air ini memang dirancang oleh Thomas Karsten sebagai tempat penampungan untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Magelang dan sekaligus berfungsi untuk mendistribusikan air minum bagi warga Kota Magelang, yang sumbernya mengambil mata air dari Kalegen, Bandongan.
Bangunan menara air ini memiliki luas bangunan 526 m² dengan tinggi bangunan 23 m. Jumlah pilar dari menara air ini sebanyak 32 buah yang dapat menampung air sebanyak 1.750.000 liter air. Konon untuk membangun menara air ini menghabiskan biaya sebesar 550.000 gulden.
Semula bangunan bagian bawah dari menara air ini terbagi menjadi 13 ruangan melingkar. Beberapa di antaranya adalah kantor menara air, laboratorium, dan ruangan untuk pelayanan pelanggan. Namun sepertinya, kantor menara air telah dialihfungsikan sebagai gudang.
Bangunan yang kini menjadi salah satu ikon di Kota Magelang ini, sekarang dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Air Minum Kota Magelang, atau yang dikenal dengan PDAM. Selain itu, juga menjadi salah satu bangunan heritage yang ada di Kota Magelang. *** [171214]
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami