Bedhaya dipercaya orang banyak sebagai ciptaan Sultan Agung Mataram pada awal abad ke-17. Tari ini termasuk dalam jenis pusaka keratin Jawa Tengah dan sampai sekarang hanya ditampilkan di dalam istana untuk acara yang sangat istimewa. Ditarikan oleh Sembilan penari terbaik dan tercantik kerajaan, bedhaya penuh dengan perlambang; juga merupakan lambing kesempurnaan. Gerak sangat lambat, menciptakan suasana tenang, teduh, dan khitmad.
Para penari bedhaya di Surakarta selalu wanita, tetapi di Yogyakarta dahulu penarinya laki-laki yang memakai busana wanita. Selain sebagai tari, bedhaya juga menjadi bagian upacara bagi penguasa. ***-
Istana Ali Marhum Kantor
Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)
-
Gudang Mesiu Pulau Penyengat
Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]
-
Benteng Bukit Kursi
Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]
-
Kompleks Makam Raja Abdurrahman
Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]
-
Mesjid Raya Sultan Riau
Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]
Tampilkan postingan dengan label Sultan Agung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sultan Agung. Tampilkan semua postingan






