The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Pu Sindok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pu Sindok. Tampilkan semua postingan

Prasasti Hering

Prasasti ini ditemukan pada tahun 1869 di Desa Kujon Manis, Warujayeng, Kediri. Berdasarkan unsur penanggalannya, Damais mengatakan bahwa prasasti ini dikeluarkan pada tahun 856 Saka (934 M).


Maklumat dalam prasasti ini cukup panjang, terdiri atas 35 baris di bagian muka, di bagian belakang mulai dari baris 11 hingga baris 38, bagian samping kiri 45 baris, dan samping kanan 47 baris. Namun, secara singkat prasasti ini menceritakan tentang Sri Maharaja Pu Sindok Sri Isanawikrama Dharmmotunggadewa yang membebaskan sawah di Desa Hering dari pajak.
Prasasti ini terpahat dalam batu, dan sekarang menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.67. ***
Share:

Prasasti Kampak

Prasasti Kampak berangka tahun 851 Çaka atau 929 Masehi, dan ditulis dengan bahasa dan aksara Jawa Kuno. Prasasti ini dipahatkan pada batu andesit (upala praśasti).
Prasasti Kampak merupakan peninggalan Pu Sindok karena di dalamnya ada penyebutan i mdang i bhū(mi) mataram, dan rake wka yang dipegang oleh Pu Balyang, sama seperti nama rake wka yang tercantum di dalam prasasti lain dari masa Pu Sindok.
Prasasti Kampak merupakan peninggalan Pu Sindok, dan diperkirakan sekitar abad ke-10.  Prasasti batu yang ditemukan di Dukuh Kampak, Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur ini merupakan koleksi dari Museum Nasional dengan No. Inventaris D.21.
Prasasti ini berisi tentang peresmian sawah di Kampak menjadi sima milik para pandai logam karena mereka diharuskan memelihara Prasada Kabhaktyan (tempat ibadah).





Alih aksara:
2.       wli (tambang) wli pañjut wli harěng pagulung palamak … hapū … (pa)sukala(s)
3.       pulung padi skar tahun panrāngan panusuk kawan mahaliman ki (walya)n widu(ma)ngidu(ng) sambal sumbul hulun haji
7.       miśra mañambul mañawring manglāka mangapus mapalangan mangawar matarub manggula mangdyun ma(ng) hapū manula wungkuu manglurung magawai rungki payung wlu mopi akajang
8.       magawai kisi mamubut manganamanam manawang manahib mamisaņḍung maņuk makalakā kapwa ya trigāgān dŗbyahajinya sadūman umarā I bathara sadūman umarā i …
Alih bahasa:
2.       pembeli tali/tambang, pembeli kayu (untuk obor/peliti), pembeli arang, pagulung, pabisar, palamak … hapū … pengawas hutan.
3.       pengumpul padi, skar tahun, panrāngan, pamusuk kawan mahaliman ki (walya)n widu(ma)ngidu(ng), sambal sumbul hulun haji
7.       miśra, pembuat bahan pewarna hitam, pembuat bahan pewarna merah-ungu, tukang soga, pembuat benang/tali, pembuat pernis (?), mangawar, pembuat kandang (itik), pembuat gula, pembuat barang tembikar, pengolah kapur (sirih), pengolah wungkudu, pembuat minyak jarak, pembuat payung bulat, mopi, pembuat tirai
8.       pembuat keranjang, mamubut, pembuat barang anyam-anyaman, pembuat jaring, pembuat sangkar (burung), pembuat perangkap burung, pembuat jerat binatang hendaknya dibagi menjadi 3 bagian, satu bagian untuk mangilala dŗbyahaji, satu bagian untuk bahatara, dan satu bagian untuk …

Kepustakaan:
Ninik Setrawati, 2009. Perdagangan Pada Masa Pu Sindok Berdasarkan Data Prasasti, dalam Skripsi di Program Studi Arkeologi, Fakultas Imu Budaya, Universitas Indonesia
Share:

Prasasti Sarangan

Prasasti Sarangan berangka tahun 851 Saka (929 M) yang beraksara huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti yang terbuat dari batu ini menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.14.


Prasasti ini ditemukan di daerah Mojokerto, Jawa Timur, yang isinya menceriterakan tentang Desa Sarangan sebagi sima oleh Raja Rakai Hino Pu Sindok pada thun 851 Saka. ***
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami