The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Naskah Ulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naskah Ulu. Tampilkan semua postingan

Kearifan Lokal Dalam Naskah Ulu Terabaikan

Kearifan lokal pada naskah Ulu di Bengkulu tak dimanfaatkan dalam hidup kekinian. Padahal, isi naskah Ulu sangat beragam, mulai dari hukum adat, pengobatan tradisional, konservasi lingkungan, hingga kepemimpinan. “Penerjemahan naskah Ulu beraksara ka-ga-nga itu pun sangat terbatas,” kata filolog Universitas Bengkulu, Sarwit Sarwono, Jumat (25/5). Hal senada disampaikan curator Museum Negeri Bengkulu, Muhardi. Salah satu contoh naskah yang bisa dikaji adalah naskah suku Serawai milik Museum Negeri Bengkulu. Naskah itu berisi tentang bahan-bahan tradisional untuk pengobatan berikut cara meramunya. Naskah Ulu juga ada di Inggris dan Belanda. Di Leiden (70 naskah), Den Hag, Amsterdam, British Library, dan School of Oriental African Studies University of London (4 naskah). Naskah dibawa Inggris dan Belanda saat menguasai Nusantara. (ADH)

*) KOMPAS edisi Sabtu, 26 Mei 2012 hal. 12
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami