The Story of Indonesian Heritage

  • Istana Ali Marhum Kantor

    Kampung Ladi,Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat)

  • Gudang Mesiu Pulau Penyengat

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Benteng Bukit Kursi

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Kompleks Makam Raja Abdurrahman

    Kampung Bulang, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

  • Mesjid Raya Sultan Riau

    Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau [Pulau Penyengat]

Tampilkan postingan dengan label Prasasti Kawambang Kulwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prasasti Kawambang Kulwan. Tampilkan semua postingan

Prasasti Kawambang Kulwan

Prasasti Kawambang Kulwan berangka tahun 913 Saka (992 M) dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno. Prasasti yang terbuat dari batu padas dengan bentuk blok berpuncak lancip dengan tinggi 187, lebar 105 dan tebal 92 cm ini ditemukan di daerah Sendang Kamal, Kecamatan Maospati, Madiun, dan sekarang menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.37.
Banyak kerusakan di beberapa bagian prasasti ini yang menyebabkan kesulitan dalam pembacaan dan sedikit mendapat informasi dari isi prasasti tersebut. Prasasti ini telah dibaca oleh J.L.A. Brandes walaupun hanya 12 baris bagian awal pada sisi depan.


Prasasti Kawambang Kulwan boleh dikatakan belum diterbitkan sebagaimana mestinya. Apa yang terdapat dalam transkripsi Brandes sebagian kecil permulaannya saja, itu pun hanya dibaca satu sisi, sedang prasasti ini ditulis melingkar. Yang dapat ditangkap ialah bahwa prasasti ini memuat anugerah raja kepada Samgat Kanuruhan Pu Burung berupa sima dari Desa Kawambang Kulwan, agar Samgat Kanuruhan mendirikan suatu bangunan suci pemujaan dewa (an padamla parhyangan).
Melihat angka tahunnya, prasasti ini berasal dari masa pemerintahan Dharmmawangsa Teguh. Sayang, nama rajanya belum terbaca, yang ada ialah nama pejabat tinggi yang menerima hadiah, yaitu Pu Dharmmasanggramawikranta. ***
Share:

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami