Sabtu, 30 Juni 2012

Wilayah Kasteel Batavia, Pusat Aktivitas Pelabuhan Masa VOC

Kesibukan di pelabuhan Sunda Kelapa pada masa VOC serta ribuan macam barang dagangan beserta dokumen-dokumennya, perhitungan dan laporan diterima, diperiksa dan kemudian diteruskan ke gudang dan kantor-kantor di sekitar Kasteel Batavia (saat ini merupakan area Pasar Ikan). Ribuan macam barang dagangan disimpan dalam kompleks gudang di sebelah barat Sungai Ciliwung yang dibangun sejak 1652 (kompleks Westzydsche Pakhuizen) yang sekarang menjadi Museum Bahari sebelum didistribusikan ke dalam kota maupun ke luar negeri. Di kawasan Jakarta yang paling tua, yakni di sekitar Pasar Ikan inilah kapal-kapal layar besar maupun kecil melakukan aktivitas bongkar muat barang-barang dagangan. Kapal-kapal niaga inter-Asia maupun yang berlayar ke Eropa tersebut sudah pasti memerlukan perawatan, perbaikan, dan perlengkapan. Maka dibangunlah sebuah Companies Timmer en Scheepswerf (Bengkel kayu dan Galangan Kapal Kumpeni) pada 1632 di atas  tanah urukan di tepi barat Kali Besar. Saudagar, nakhoda, perwira, sultan/raja, pejabat kumpeni dan duta kerajaan dari seluruh Asia mendarat dan berangkat dari tempat ini. Sebagai pengawas aktivitas pelabuhan, didirikanlah sebuah Menara Syahbandar pada 1640, namun pada 1839 didirikan menara baru menggantikan menara lama yang bertahan hingga kini (juga merupakan bagian dari Museum Bahari). Salah satu bangunan penting lainnya yang terdapat di area Kasteel Batavia adalah sebuah jembatan gantung yang saat ini dikenal dengan nama Jembatan Kota Intan. Pada awalnya menghubungkan Benteng Belanda di sebelah timur dan Benteng Inggris di sebelah barat Sungai Ciliwung. Mulanya jembatan ini bernama Jembatan Inggris atau Engleseburg yang dibangun pada 1628, namun jembatan gantung ini sering kali mengalami kerusakan akibat banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Ciliwung, sehingga jembatan ini memiliki sejarah panjang dalam perbaikan dan pergantian nama. ***   

0 komentar:

Posting Komentar