Jumat, 06 Juli 2012

Pelabuhan Makassar Abad 16

Kejayaan Kerajaan Gowa dimulai pada abad ke-16. Penguasanya, Somba Tumaparissi Kallona (1511-1547) mengembagkan Pelabuhan Makassar (Ujungpandang) sebagai bandar niaga dan tempat singgah berbagai kapal asing. Posisinya berada di tengah jalur pelayaran dari barat ke timur dan barat ke utara, membuat lokasi ini sangat strategis sebagai sarana perniagaan. Letaknya yang terlindung oleh Kepulauan Saparmonde, membuatnya aman dari serangan badai saat angin musim barat.
Alfonso de Albuquerque adalah orang Portugis pertama yang singgah di Gowa (1510). Saat itu keadaan pelabuhannya masih kecil dan belum maju. Pedagang Portugis, Antoni de Paiva yang mengunjungi Kerajaan Gowa pada 1542, menceritakan tentang beberapa bandar niaga penting pada masa itu, yaitu Suppa, Siang, dan Tamboku. Pada kedatangannya yang kedua tahun 1544, ia menyaksikan bahwa Pelabuhan Gowa (Makassar) sudah menjadi bandar besar.
Pelabuhan ini menjadi ramai karena Raja Kallona berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan pesisir lain yang berada di sekitarnya seperti Siang, Suppa, Selayar, Panaikang, Garrassi, Bulukumba, dan Luwu. Selain itu, bandar-bandar niaga di pesisir utara Jawa mulai berjatuhan di bawah penguasaan Malaka oleh Portugis (1511). Sejak saat itu, Pelabuhan Gowa (Makassar) menjadi pelabuhan perniagaan para pedagang dari mancanegara. Gowa yang semula kerajaan agraris telah berubah menjadi kerajaan maritim. ***

0 komentar:

Posting Komentar