Jumat, 06 Juli 2012

Pelabuhan Makassar Abad 19

Perdagangan di Makassar periode 1800 sampai 1906, ditandai dengan melemahnya monopoli dan berkembangnya perdagangan bebas. Ketika pemerintah Hindia Belanda menggantikan posisi VOC, diberlakukan kembali perdagangan bebas. Situasi ini menyebabkan Pelabuhan Makassar kembali menjadi bandar internasional dan pelabuhan transito (singgah) terpenting di bagian timur. Perubahan tersebut disebabkan hadirnya Inggris di Asia Tenggara, yang mengakhiri hegemoni Portugis dan menjadi pesaing berat Belanda dalam perniagaan dengan Cina.
Pada awalnya Belanda tetap menerapkan peraturan pelayaran dan perniagaan yang ketat dan pajak ekspor yang tinggi, maka para pedagang asing akhirnya malas berurusan dengan Pelabuhan Makassar dan lebih memilih berurusan dengan Singapura. Kenyataan pahit itu memaksa pemerintah Hindia Belanda benar-benar menetapkan Makassar sebagai pelabuhan bebas pada 1847.
Kebijakan pelabuhan bebas itu membuat Makassar mengalami masa kejayaannya kembali di paruh kedua abad ke-19. Kapal niaga asing dan bumiputera memenuhi Bandar Makassar, bahkan pada 1847 hingga 1873 posisinya sebagai pelabuhan internasional mengalahkan Singapura. Selama 25 tahun, volume perdagangan Makassar terus meningkat. Perkembangan ini juga membuat peningkatan perniagaan dan tumbuhnya perwakilan serta kantor dagang di pelabuhan itu. ***

0 komentar:

Posting Komentar