Jumat, 06 Juli 2012

Pelabuhan Makassar Abad 18

Di abad 18, Bone menjadi kerajaan yang terkuat di Sulawesi Selatan karena hubungan dekatnya dengan VOC. Di masa itu seringkali terjadi pergolakan antaretnik, pihak Belanda turut campur tangan di dalamnya. Pemberontakan tidak hanya menyita kekuatan VOC namun ikut pula mengguncang perekonomian yang menyebabkan merosotnya peran Pelabuhan Makassar.
Pelabuhan Makassar ketika itu hanya melayani kepentingan pihak Belanda. Tempatnya yang strategis menjadi kunci bagi keamanan jalur rempah-rempah yang dimonopoli Belanda. Bandar ini tak lagi seramai masa jayanya, saat dikuasai Kerajaan Gowa. Politik menutup diri dan monopoli yang dilakukan oleh Belanda mengakibatkan Pelabuhan Makassar terus mengalami kemerosotan VOC saat itu hanya mengimpor komoditi tekstil (dari Gujarat) dan barang-barang seadanya, perniagaan Makassar pun kian menurun.
Baru pada akhir abad 18 VOC membuka diri, dilakukan perdagangan dengan Cina berupa sutera, teh, dan porselin. Tetapi karena jumlah Jung (kapal Cina) yang boleh datang ke Makassar dibatasi, perniagaan hanya ramai ketika Jung Cina datang, lalu sunyi lagi sesudahnya. Pedagang pribumi lebih memilih berniaga di luar kawasan ini. Rakyat mulai bermigrasi keluar Makassar. Jiwa pelaut dan kemaritiman mereka tidak dapat menerima kebijakan VOC tersebut. *** 

0 komentar:

Posting Komentar