Tuesday, July 3, 2018

Mutiara Kekunaan

Anyone can make history. Only a great ma can write it.
(Semua orang bisa membuat sejarah. Hanya orang hebat yang bisa menuliskannya)
(Oscar Wilde (1854-1900), novelis Irlandia)

Akankah kelak wisatawan menatap nanar terpesona ke arah pencakar-pencakar langit raksasa New York yang berkarat, seperti kita menatap reruntuhan kota-kota Maya yang digayuti rimba?"
(Jared Diamond, penulis buku Collapse How Societies Choose to Fail or Survive[2005])

Bangunan tua dapat menjadi awal ceritera sejarah, akan peradaban sebuahmasyarakat yang tercermin dalam kepeduliannya untuk memperdayakandemi generasi yang apresiatif dan tahu akan akar bangsanya.
(K.M. Tanjung)

Bangsa besar adalah bangsa yang tidak hanya melihat masa kini dan masa mendatang,
tetapi mau berpaling ke masa lampau untuk menyimak perjalanan yang telah dilaluinya.
(Jens Jacob Asmussen Worsaae, seorang ahli hukum dari Universitas Kopenhagen, Denmark
pada pertengahan abad ke-19)

Bangsa yang tidak menghormati sejarahnya, tidak layak memiliki sejarah.
Ia tak ubahnya manusia primitif, tetapi hidup di zaman kini.
Adapun ciri khas bangsa yang berbudaya adalah,
bahwa mereka dengan sadar berikhtiar untuk menuju ke masa depan yang dibangun berdasarkan sejarah masa kini dan masa lalu.
Tetapi bagaimana mungkin hal ini bisa terwujud bila tidak disertai pengertian yang mendalam,
tidak disertai pemahaman tentang adat istiadat dari sejarah masa lampau?
(Willem Henri van Helsdingen, Wali Kota Soerabaia)

Barang siapa hendak memahami masa depan, dia harus tahu masa lalu.
(Konfusius dalam Lunyu XV.11)

Dalam kata-kata dan perbuatan di masa lalu terletak harta terpendamyang bisadigunakan manusia untuk memperkuat dan meningkatkan watak mereka sendiri. Cara untuk mempelajari masa lalu bukanlah dengan mengekang diri sendiri dalam pengetahuan sejarah sematan-mata, tetapi melalui penerapan pengetahuan dengan memberikan aktualita pada masa lalu.
(I Ching)

Heritage is our legacy from the past, what we live with today, and what we pass on to future generations. Our cultural and natural heritage are both irreplaceable sources of life and inspiration.
(Heritage adalah warisan kita dari masa lalu, apa yang kita jalani hari ini, dan apa yang diteruskan kepada generasi mendatang. Warisan budaya dan alam kita sama-sama menjadi sumber kehidupan dan inspirasi yang tak tergantikan)
(UNESCO)

“Historia Vitae Magistra”
(Sejarah adalah guru kehidupan)
(Pepatah Latin)

History would be an excellent thing if only it were true.
(Sejarah akan menjadi hal yang baik, jika hal itu hanya mengandung kebenaran)
(Lev Nikolayevitch Tolstoy/Leo Tolstoy (1828-1910), novelis Rusia)

Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan, jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran.
(James Thurber)

Kebanggaan terhadap masa lampu merupakan landasan paling kuat untuk melangkah ke masa depan.
(Lord Ducan Sandys (1908-1987), seorang diplomat Inggris, 1971)

Ketidakpedulian pribumi sama besarnya dengan para penguasa mereka,
sehingga mereka pun menelantarkan karya-karya para leluhur mereka yang tidak dapat mereka tiru.
(Thomas Stamford Raffles)

Kita belajar sejarah agar menjadi bijaksana sebelum peristiwa terjadi.
(Sir John Seeley)

Kita hidup dalam masa sekarang, kita bermimpi untuk masa depan,
dan kita belajar kebenaran abadi dari masa lalu.
(Soong May-ling (1897-2003), Madam Chiang Kai Shek/mantan ibu negara Republik Nasional Tiongkok/Taiwan)

Lakukan sebanyak yang diperlukan untuk memelihara tempat tersebut dan membuatnya bermanfaat. Sebaliknya ubahlah sesedikit mungkin sehingga signifikansi budayanya terjaga.
(Piagam Burra)

Learn from yesterday, live from today and hope for tomorrow.
(Belajar dari masa lalu, hidup untuk masa kini dan berharap untuk masa yang akan datang)
(Albert Enstein)

Manusia kini lebih rasional dan sangat fungsional,
seringkali mengorbankan keanggunan dan perasaan.
(Pietro Belluschi)

"Masa lalu selalu aktual.
(Polycarpus Swantoro, dalam buku Masa Lalu Selalu Aktual)

Menghancurkan peninggalan kuno merupakan dosa yang tak kecil.
(Eugene Ruskin)

Mereka yang tak mampu mengingat masa lalu, dikutuk untuk mengulanginya.
(George Santayana (1863-1952), filsuf Spanyol)

Orang yang tak memahami kejadian sebelum dilahirkan,
adalah orang yang selama hidupnya tetap menjadi kanak-kanak.
(Marcus Tullius Cicero (106-43 SM), filsuf Romawi Kuno)

Orang yang tidak memiliki rasa sejarah,
adalah seperti orang yang tidak memiliki telinga atau mata.
(Adolf Hitler (1889-1945), politikus Jerman)

Pemahaman terhadap sejarahnya,
membuat kota melaksanakan kewajiban mulia terhadap sejarah masa lampaunya.
(Godfried Harioswald von Faber, dalam buku Oud Soerabaia, 1931)

Perlakuan paling konyol yang sering diterima sejarah adalah manusia tak pernah mau belajar darinya.
(G.W.F. Hegel (1770-1831), filsuf Jerman)

Quelle est l’histoire? Un echo du passé à l’avenir,
Un réflexe de l’avenir sur le passé.
(Apakah sejarah itu? Pengulangan masa lalu di masa depan;
refleksi dari masa depan pada masa lalu)
(Victor Hugo (1802-1885), pujangga, novelis, dan dramawan Perancis)

Savoir Pour Previour.
(Mempelajari masa lalu, melihat masa kini, untuk menentukan masa depan)
(Isidore Marie Auguste François Xavier Comte (1798-1857), filsuf Perancis/Bapak Sosiologi)

Sejarah adalah saksi dari sang waktu, obor dari kebenaran, nyawa dari ingatan,
guru dari penghidupan, pembawa warta dari masa ke masa.
(Marcus Tullius Cicero (106-43 SM), filsuf Romawi Kuno)

Sejarah adalah suatu perjanjian di antara orang yang sudah meninggal, mereka yang masih hidup, dan mereka yang belum dilahirkan.
(Edmund Burke (1729-1797), politikus dan filsuf Inggris)

Semakin budaya dan peradaban manusia,
semakin peka kesadaran mereka tentang lingkungan.
(Frank Lloyd Wright (1867-1959), arsitek kenamaan Amerika awal 1900-an)

Siapa yang mengendalikan masa kini, akan menguasai masa lalu.
Siapa yang mengendalikan masa lalu akan menguasai masa depan.”
(George Orwell (1903-1950), novelis Inggris)

Untuk memahami masa kini, perlu mengenal masa lampau.
Mengenal berarti mengasihi.
Mengenal juga berarti mengasihi sesama, menghargai sesama.
(Godfried Harioswald vo Faber, dalam buku Nieuw Soerabaia, 1937)

Yen wis kliwat separo abad, jiwa kongsi binabad.
(Jika sudah lebih separuh abad, janganlah dihancurkan)
(Raden Ngabehi Ronggowarsito, Pujangga Kraton Kasunanan Surakarta 1845-1873)

0 comments:

Post a Comment