Rabu, 05 Juli 2017

Stasiun Kereta Api Rewulu

Stasiun Kereta Api Rewulu (RWL) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Rewulu, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta yang berada pada ketinggian + 88 m di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kereta api kelas III. Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun Rewulu, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi stasiun ini berada sebelah timur laut SMP Negeri 1 Sedayu ± 950 m, atau sekitar 1,7 kilometer arah selatan Museum HM Soeharto.
Bangunan Stasiun Rewulu ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Yogyakarta-Maos yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1877 sebagai lanjutan dari proyek jalur Solobalapan-Yogyakarta. Jalur sepanjang 155 kilometer ini, pengerjaannya dimulai dari Yogyakarta di sebelah timur menuju ke Maos di sebelah barat.
Gaya bangunan Stasiun Sentolo memiliki kemiripan dengan Stasiun Solo Kota, Stasiun Sukoharjo, Stasiun Kedundang dan Stasiun Wojo dengan kekhasan berupa ventilasi bulat dengan terali besi kotak-kotak.
Stasiun ini memiliki 5 jalur dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus, menuju ke Stasiun Sentolo ke arah barat dan menuju ke Stasiun Patukan ke arah timur. Jalur 3 digunakan untuk langsiran gerbong, dan jalur 4 digunakan untuk ke dipo kereta api. Sedangkan, jalur 5 terhubung secara langsung ke depot BBM Pertamina.
Dulu, di sebelah barat Stasiun Rewulu terdapat Stasiun Sedayu. Namun semenjak dibangun jalur ganda (double track) Yogyakarta-Kutoarjo, Stasiun Sedayu dibongkar untuk pelebaran jalur tunggal sebelumnya menjadi double track. Yang tersisa di lingkungan Stasiun Sedayu hanyalah bangunan rumah rumah dinas yang diperuntukkan bagi karyawan PT KAI yang berdinas di stasiun tersebut.
Di Stasiun Rewulu ini sudah tidak tampak aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang. Stasiun ini sekarang hanya digunakan untuk melayani kereta api barang bahan bakar Pertamina dan sekaligus sebagai persusulan antarkereta api saja. *** [050717]

0 komentar:

Posting Komentar