Senin, 23 Juli 2012

Gedung Veteran Surakarta

Banyak yang tidak tahu mengenai bangunan rumah yang berada di pojok perempatan Purwosari, Solo ini. Hal ini dikarenakan minimnya informasi yang menerangkan rumah tersebut. Namun demikian, orang sekitar daerah rumah itu menyebutnya “Omah Lowo” atau Rumah Kelelawar. Karena memang populasi penghuni rumah tersebut adalah kelelawar. Momen ini bisa kita saksikan bila menjelang maghrib, di mana para kelelawar penghuni rumah tersebut akan berhamburan keluar untuk mencari makanan. Sementara kalau di siang hari, hanya terdengar sahutan kelewar belaka.



Omah Lowo yang terletak di Jalan Slamet Riyadi yang bertuliskan Villa Liberty, secara administratif berada di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Gedung ini tepat berada di pojok tenggara antara pertemuan Jalan Slamet Riyadi dengan Jalan Perintis Kemerdekaan, atau tepat berada di sebelah timur bangunan pencakar langit, Solo Center Point (SCP).
Omah Lowo ini, dulu merupakan tempat tinggal bagi bangsawan atau pejabat Belanda. Namun kemudian pada tahun 1945, rumah ini dibeli oleh sepasang keluarga Cina yang bernama Sie Djian Ho. Dia merupakan pengusaha Tionghoa yang kaya raya pada zamannya yang menguasai bisnis penerbitan, perkebunan serta pemilik pabrik es di seberang rumahnya (sekarang lokasinya menjadi SCP).
Sementara pada masa perang kemerdekaan, Omah Lowo pernah menjadi salah satu tempat persembunyian para gerilyawan. Setelah kemerdekaan, rumah yang berarsitektur Belanda ini diberikan kepada Pemerintah Indonesia, dan digunakan sebagai Gedung Veteran. Bangunan ini pernah mengalami renovasi besar-besaran tanpa mengubah bentuk aslinya pada tahun 1983-1985.
Luas bangunan Omah Lowo yang diperkirakan sekitar 1.500 meter persegi, dan berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi ini, sempat digunakan untuk kantor haji dan kamar dagang sekitar tahun 1990-an. Bangunan kolonial ini memiliki empat kamar tidur yang luas. Dua kamar berada di sebelah sisi kanan, dan yang dua lagi terletak di sebelah sisi kiri. Masing-masing dipisahkan oleh dua buah ruangan yang juga lumayan luas, yang dulunya dipergunakan sebagai ruang keluarga maupun ruang tamu.
Berdasarkan kisah kekunaan yang disandangnya, Omah Lowo ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan. ***

0 komentar:

Posting Komentar