Selasa, 02 Oktober 2012

Kampung Mutihan

Mutihan merupakan salah satu nama kampung yang berada di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Letaknya berada di sekitar lapangan Sriwaru hingga di tepian Sungai (Kali) Jenes, atau sebagai ancer-ancernya adalah di belakang Pasar Jongke.
Kata mutihan dalam bahasa Jawa memiliki arti “membuat putih” atau “memutihkan”. Zaman dahulu di daerah tersebut memang banyak pemukiman buruh yang berprofesi membersihkan lawe mori dalam proses membuat batik.  Lawe di sini memiliki pengertian yang luas, mulai menghilangkan lilin yang melekat pada permukaan kain dilakukan dengan cara dimasukkan ke dalam air panas (nglorod) hingga mencuci kain yang sudah dilorod dengan air bersih sampai bersih . Kain mori yang semula berwarna agak kekuning-kuningan akan menjadi putih bersih dan halus.
Dari banyaknya buruh yang berprofesi seperti itu bermukim di daerah ini, maka banyak orang luar sering menyebutnya kampung tempat para buruh tersebut, yang dalam bahasa Jawa disebut mutihan. Maka hingga kini, daerah tersebut dinamakan kampung Mutihan. Hal ini secara geografis memang wajar, karena kampung Mutihan ini berbatasan dengan Kampung Laweyan, tempat di mana para saudagar batik bermukim.
Sementara itu, ada juga asumsi yang berkembang di masyarakat bahwa kata mutihan itu timbul karena pada zaman berdirinya Kerajaan Pajang, di daerah tersebut dulu menjadi perkampungan yang dihuni oleh para abdi dalem mutihan, santri, dan ulama, yang sering disebut golongan “mutihan” atau orang yang kental terhadap agama Islam. ***

0 komentar:

Posting Komentar