Kamis, 28 Juni 2012

Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria

Lembaga Prmasyarakatan (LAPAS) Anak Pria secara administratif berada di Jalan Daan Mogot No. 29 C Kota Tangerang, Provinsi Banten. Bangunan tersebut berbatasan dengan Masjid Al-Azhom di sebelah selatan, Taman Makam Pahlawan Taruna di sebelah barat, Jalan Daan Mogot di sebelah utara, dan Jalan Satria Sudirman di sebelah timur.
LAPAS Anak Pria Tangerang dibangun pada masa Hindia Belanda pada tahun 1925, dengan kapasitas hunian 220 anak. Sejak tahun 1934 pengelolaan diserahkan kepada Pro Juventute untuk mengasingkan anak keturunan Belanda yang berbuat nakal. Perubahan fungsi menjadi Markas Resimen IV Tangerang pada tahun 1945. Pengelolaan berganti pada tahun 1957-1961 kepada Jawatan Kepenjaraan kemudian berubah menjadi Pendidikan Negara dan tahun 1964 diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan nama Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria.


Bangunan Lembaga Pemasyarakatan berada pada tanah milik negara dengan luas 12.150 m² dengan luas bangunan 3.350 m² dan menghadap ke utara. Bangunan ini memiliki tiga tahap pembagunan (hasil wawancara).


Bangunan pertama yang berbentuk persegi seperti benteng karena tiap keempat sudutnya berbentuk seperti be lah ketupat/diamond. Tahun pendirian awal pada tahun 1925. Tahap kedua pada bangunan bagian tengah yang sekarang digunakan sebagai ruang tahanan dan kantor administrasi. Dari hasil wawancara, tahap kedua dibangun sekitar tahun 1970-an. Selanjutnya, tahap ketiga dibagun sarana peribadatan dan olahraga di sisi barat dan timur bangunan tahanan pada tahun 2010. Bagian pintu dan jendela belum banyak berubah kecuali pada pintu masuk utama sudah mengalami pergantian bahan dan bentuk. Bagian kusen jendela dan pintu pada bangunan lamanya berukuran besar. Setiap kusen pintu dan jendela diberi teralis.
Perubahan yang banyak berubah pada bagian genteng, pintu masuk utama, dan beberapa lantai ruangan. Setiap bangunan penjara yang berada di tengah dikelilingi oleh pagar besi. Sebelah kanan kiri pintu masuk utama digunakan sebagai kantor. ***

0 komentar:

Posting Komentar