The Story of Indonesian Heritage

Kantor Pos Besar Solo

Koridor Sudirman merupakan salah satu koridor spesifik yang ada di Surakarta, atau dikenal juga sebutan Kota Solo. Karena sejak awal keberadaan Surakarta, koridor Jalan Sudirman sudah memiliki peran yang sangat signifikan. Jalur ini mempunyai nilai strategis. Secara morfologis kawasan Jalan Jenderal Sudirman Surakarta  tumbuh dan berkembang memiliki keberagaman bentuk arsitektural yang dipengaruhi keberagaman budaya, sebagai bagian dari suatu proses sejarah dan perkembangannya.
Di sepanjang koridor tersebut mudah ditemui bangunan-bangunan penting peninggalan kolonial Belanda. Salah satunya adalah gedung Kantor Pos Besar Solo (Postkantoor te Soerakarta). Gedung ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 8 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi kantor pos ini berada di sebelah selatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, atau sebelah barat Benteng Vastenburg.

Kantor Pos Besar Solo (Foto: dokumentasi tahun 2015)

Gedung Kantor Pos Solo dulunya tidaklah seperti ini. Semula hanya berbentuk sederhana semacam loket yang berada di sekitar Benteng Vastenburg. Mengenai berdirinya bangunan itu tidak diketahui secara pasti, namun sekitar tahun 1812 telah ada perhubungan pos di Surakarta kendati Kota Solo tidak dilalui Jalan Pos (Postweg) yang dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Hal ini terjadi karena pada masa tersebut Surakarta masih merupakan sebuah kerajaan yang besar. Pada masa itu, pengangkutan pos masihlah menggunakan kuda.
Kemudian dengan semakin ramainya orang-orang Belanda bermukim di Surakarta, Pemerintah Hindia Belanda mulai mengembangkan fasilitas publik di Surakarta. Kantor residen, perbankan, gereja, tempat hiburan, dan Kantor Pos, Telegraf dan Telepon.
Pada 1910 Kantor Pos, Telegraf dan Telepon (Post-, Telegraaf- en Telefoonkantoor te Soerakarta) dibangun dengan megah. Gedungnya berlantai dua. Pintu utamanya diapit oleh dua menara sejajar atap yang berada di atas pintu masuk utamanya. Bangunan itu berada di sebelah utara benteng (sekarang Kantor Telkom Solo), dan berhadapan dengan De Javasche Bank Agentschap Soerakarta.

Kantor Pos, Telegraf dan Telepon Tahun 1910 (Sumber: KITLV)

Namun bangunan itu kemudian mengalami nahas pada saat terjadi agresi militer Belanda II (1948). Kantor Pos, Telegraf dan Telepon (PTT) itu dibumihanguskan oleh pejuang Indonesia sebagai taktik perlawanan rakyat saat mempertahankan Kota Solo dari serangan Belanda.
Kemudian setelah kondusif dari situasi perang mempertahankan kemerdekaan, Pemerintah Indonesia mulai memikirkan untuk mendirikan kantor pos yang baru. Lokasi pembangunannya tidak menempati lokasi yang lama, melainkan berpindah ke sebelah barat residentieweg (lokasi yang sekarang di Jalan Jenderal Sudirman No. 8). Lahan yang digunakan adalah merupakan bekas tempat tinggal orang Belanda yang juga tidak luput dari bumi hangus tersebut.
Ketikan lahan sudah ditemukan, selanjutnya Pemerintah Indonesia mempercayakan rancangan gedungnya kepada seorang arsitek Belanda kelahiran Amsterdam, 20 April 1909 yang bernama Albertus Wilhelm Gmelig Meyling, dan pembangunan kontruksinya dilakukan pada tahun 1956.
Bangunan kantor pos ini memiliki bentuk yang sederhana dengan massa bangunan berbentuk persegi dan dimensi yang cukup besar dan masif serta memiliki irama dari barisan kolom-kolom yang berurutan rapi.
Skala bangunannya memberi kesan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan yang formil tetapi akrab dan berkesan menerima. Ini menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan fasilitas yang melayani masyarakat luas. *** [250320]

Kepustakaan:
Amrita, Divya. (2011). Analisis Pembagian Kerja Dalam Rangka Meningkatkan Efektivitas Kerja Karyawan Bagian Sumber Daya Manusia Pada PT. Pos Indonesia Surakarta Tahun 2010/2011. Skripsi, Universitas Sebelas Maret. Diunduh dari https://eprints.uns.ac.id/6972/1/191731411201103101.pdf
Puspitasari, A.Y. (2007). Pengaruh Aktivitas PKL Terhadap Linkage Antara Kraton Kasunanan-Pasar Gede Surakarta. Thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Diunduh dari https://core.ac.uk/reader/11715210
Ratnatami, Ariko. (2005) Aspek Bentuk Arsitektur Bangunan Pada Makna Fungsi Bangunan Dan Ekspresi Arsitektur Kawasan Koridor (Studi Kasus: Koridor Jl. Jend. Sudirman Surakarta). Thesis. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Diunduh dari http://eprints.undip.ac.id/12825/1/2005MTA3896.pdf
http://colonialarchitecture.eu/obj?sq=id%3Abt%3A208   
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami