Kamis, 20 Juli 2017

Stasiun Kereta Api Kedungbanteng

Stasiun Kereta Api Kedungbanteng (KDB) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Kedungbanteng, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta yang berada pada ketinggian + 85 m di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kelas III atau kecil. Stasiun ini terletak di Jalan Sine-Gondang, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi stasiun ini berada di sebelah tenggara Kantor Pos Kedungbanteng ± 64 m, atau selatan SDN 1 Gondang ± 190 m .
Bangunan Stasiun Kedungbanteng ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Madiun-Paron-Sragen-Solobalapan yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah di Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, dari tahun 1883 dan selesai pada tahun 1884. Jalur sepanjang 97 kilometer ini, pengerjaannya dimulai dari Madiun di sebelah timur menuju ke Solobalapan di sebelah barat.
Dulu, dari stasiun ini terhubung dengan jalur lori (decauville) menuju ke PG Kedungbanteng (Suikerfabriek Kedoengbanteng) yang berjarak sekitar 12 kilometer. Namun semenjak PG Kedungbanteng mengalami kolaps karena terjadi krisi ekonomi dunia, atau yang dikenal dengan malaise, perlahan aktivitas lori pengangkut gula dan tetes tebu dari dari PG Kedungbanteng menuju stasiun sudah tidak ada lagi
Stasiun ini memiliki 4 jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus, menuju ke Stasiun Kebonromo ke arah selatan dan menuju ke Stasiun Walikukun ke arah timur. Jalur 2 dan 3 digunakan untuk berhenti kereta api manakala terjadi persusulan antarkereta api, sedangkan jalur 4 digunakan untuk jalur badug (buffer stop).
Saat ini, Stasiun Kedungbanteng hanya melayani untuk persilangan dan persusulan antarkereta api saja. Sehingga terlihat sepi dari aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang. *** [200617]

0 komentar:

Posting Komentar