The Story of Indonesian Heritage

Berusia Ratusan Tahun, Terowongan Ijo Masih Berdiri Kokoh

Terowongan Ijo merupakan terowongan kereta api yang berada di bawah manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, yang terletak di Dusun Tambak Wringin, Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi terowongan berada di sebelah timur Stasiun Ijo, yang berjarak ± 347 m.

Terowongan Ijo (Spoortunnel te Idjo) ini merupakan bangunan peninggalan Belanda. Pembangunannya berbarengan dengan pengerjaan jalur kereta api Yogyakarta-Maos sepanjang 155 km oleh Staatsspoorwegen (SS), sebuah perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda.

Terowongan Ijo di Jalur Kereta Api Yogyakarta-Kroya (Foto tahun 2014)

Jalur pertama yang dibangun SS adalah lintas Surabaya-Pasuruan, dengan lintas cabang dari Bangil menuju Malang. Pada perkembangannya, cakupan SS semakin luas. SS juga membangun jalur kereta api di berbagai daerah lain, di antaranya lintasan (lijn) Yogyakarta-Maos yang kemudian diteruskan dengan lintasan Maos-Kasugihan-Cilacap sejauh 21 km pada tahun yang sama.

Lijn Yogyakarta-Maos dan Maos-Kasugihan-Cilacap termasuk proyek SS Westelijnen, yang menguasai jalur selatan Jawa Tengah hingga Priangan. Mulai dari Yogyakarta menuju Kroya, di mana terdapat percabangan lintas selatan menuju Priangan selatan hingga Bandung-Bogor via Sukabumi dan utara menuju Cirebon hingga Batavia.

Terowongan Ijo dengan satu jalur kereta api (Foto tahun 2014)

Sesuai yang tertulis di atas terowongan, pembangunan Terowongan Ijo ini dilaksanakan dari tahun 1885 hingga 1886. Pembangunan Terowongan Ijo oleh SS bertujuan untuk mempersingkat waktu dengan memperpendek jarak tempuh. Daripada mengitari perbukitan, kemudian dipilih melakukan pengeboran terowongan di perbatasan Banyumas dan Kebumen. Terowongan ini menembus perbukitan kapur Gunung Malang yang letaknya berada di ujung utara Kawasan Karst Gombong selatan.

Pengerjaan Terowongan Ijo ini di bawah pengawasan Dr. Ir. Jan Willem Ijzerman, seorang Chief Engineer SS. Ijzeman (1851-1932) adalah seorang insinyur sipil dan arkeolog berkebangsaan Belanda. Ia dikenal sebagai perintis pembangunan jalur kereta api di Hindia Belanda karena dedikasi dan jasanya yang besar untuk pembangunan jalur kereta api tersebut.

Terowongan Ijo peninggalan Belanda ini tidak dioperasikan lagi sejak dibangun Terowongan Ijo yang baru

Dalam bukunya yang berjudul Sporen van Smargd: Per trein door Nederlands-Indië 1867-1949 (WBook, 2017), Evelien Pieterse menjelaskan bahwa para insinyur Belanda yang dikirim ke Nusantara pada abd ke-19 dan awal abad ke-20 menghadapi tantangan besar. Baik iklim maupun kondisi tanahnya sama sekali berbeda dengan di Belanda. Medan pegunungan, seringnya banjir, dan kurangnya pengalaman tenaga kerja lokal memaksa mereka mengadopsi cara kerja baru yang radikal, mulai dari merancang terowongan panjang hingga membangun jembatan tinggi di atas ngarai yang dalam.

Selesai pembangunan terowongan ini, tidak lantas langsung bisa digunakan. Namun masih menunggu jalur kereta api dari Yogyakarta-Maos-Cilacap selesai. Berdasarkan Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen in Nederlands-Indië over het jaar 1890 (Batavia, G. Kolff & Co., 1892: 10), Terowongan Ijo dibuka untuk umum bersamaan dengan peresmian pengoperasian jalur kereta api lintas Yogyakarta-Maos-Cilacap pada 20 Juli 1887.

Bulan Juli ini, bangunan terowongan peninggalan Belanda itu masih berdiri kokoh dalam memasuki usia yang ke-134. Namun tak sempat dirayakan ulang tahunnya, karena Terowongan Ijo buatan Belanda tersebut sudah tidak dioperasikan lagi sejak di sebelah utaranya dibangunTerowongan Ijo yang baru.

Terowongan Ijo yang baru dengan kode BH 1649 mulai dikerjakan pada akhir 2017 dan rampung pada April 2020. Terowongan baru memiliki panjang 581 m dengan diameter 9 m dan terdiri atas dua jalur kereta api, sedangkan terowongan lama yang sudah tidak difungsikan lagi itu memiliki panjang 580 m dan hanya terdiri atas satu jalur kereta api.

Pembangunan Terowongan Ijo yang baru ini dibangun, berkenaan di lintasan jalur kereta api tersebut telah berubah menjadi jalur ganda (double track), sehingga untuk mengimbangi laju frekuensi lalu lalang kereta api setiap harinya di jalur tesebut. *** [280721]

Kepustakaan:

KITLV, R. (1932). TER GEDACHTENIS AAN Dr. J. W. IJZERMAN (1851-1932), Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 89(1), i-xxix. doi: https://doi.org/10.1163/22134379-90001445

Oegema, J.J.G.. (1982). De Stoomtractie op Java en Sumatra / J.J.G. Oegema. Deventer-Antwerpen :: Kluwer Technische Boeken B.V.,.

Pieterse, Evelien. (2017). Sporen van Smargd: Per trein door Nederlands-Indië 1867-1949. Zwolle: WBooks

https://allardpierson.nl/blog/een-eredoctoraat-in-1921/

https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/

http://resources.huygens.knaw.nl/bwn1880-2000/lemmata/bwn2/ijzerman


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami